BATU, RADAR BATU - Rencana pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) permanen di Kota Batu masih menyisakan persoalan aksesibilitas. Jalan menuju calon lokasi di kawasan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur belum tembus. Kondisi itu menjadi salah satu catatan saat Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wali Kota Batu Nurochman meninjau lokasi kemarin (16/9).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan dan kelayakan lahan calon SRT. Khofifah mengatakan, verifikasi serta peninjauan teknis lebih lanjut terkait akses akan dilakukan Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia (RI). Di sisi lain, proses administrasi penyiapan lahan terus dimatangkan. Pihaknya menargetkan pengusulan berkas ke Kemensos RI dilakukan serentak bersama daerah lain pada Oktober mendatang.
“Saya berharap segera bisa diproses, sehingga Oktober bisa bersama dengan kabupaten lainnya untuk diajukan ke Kemensos RI,” terang Khofifah. Meski akses masih menjadi persoalan, Khofifah menilai kondisi lingkungan sekitar calon lokasi cukup mendukung. “Kalau areanya sih indah, view-nya juga bagus,” tambahnya.
Baca Juga: Erupsi Dini Hari Tadi, Gunung Ili Lewotolok Semburkan Abu Setinggi 600 Meter - Radar Batu
Wali Kota Batu Nurochman mengaku segera menindaklanjuti persoalan tersebut dengan survei lapangan. Pengecekan dilakukan untuk menentukan akses terdekat dengan mempertimbangkan jalan desa yang sudah ada. “Besok kita akan cek langsung. Kita lihat yang paling dekat dengan wilayah mana dan existing jalan desa yang ada,” ungkapnya.
Nurochman menjelaskan, proposal permohonan pemanfaatan lahan UPT Dinas Peternakan sebelumnya telah disampaikan melalui audiensi dan konsultasi dengan Pemprov Jatim. Lahan yang diproyeksikan untuk pembangunan SRT Kota Batu tersebut mencapai lebih dari empat hektare.
Editor : Fajar Andre Setiawan