Mental Lulusan SMK Kota Batu Jadi Tantangan Industri

Rori Dinanda Bestari • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 14:30 WIB
Ilustrasi: Siswa SMK (Foto: Pixels)
Ilustrasi: Siswa SMK (Foto: Pixels)

BATU, RADAR BATU - Tingginya serapan lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) belum sepenuhnya menjawab kebutuhan industri di Kota Batu. Kalangan pengusaha menilai, tantangan berikutnya terletak pada kesiapan mental, kedisiplinan, dan ketahanan menghadapi tekanan kerja.

Karena itu, penguatan pelatihan melalui Balai Latihan Kerja (BLK) hingga pola magang dinilai perlu diperluas. Industri membutuhkan lulusan yang tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga mampu bertahan dalam ritme kerja.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu Sujud Hariadi mengatakan, kemampuan teknis lulusan SMK sebenarnya sudah cukup baik. Sejumlah siswa bahkan mampu menunjukkan keterampilan yang tidak kalah dari pekerja profesional.

Baca Juga: 85 Persen Lulusan SMK Batu Langsung Kerja - Radar Batu

“Dalam kompetisi making bed, misalnya, waktu penyelesaian tugas anak sekolah ini hanya terpaut sedikit, bahkan bisa lebih cepat mengalahkan karyawan profesional,” ujarnya.

Namun, kemampuan teknis tersebut belum selalu berbanding lurus dengan kesiapan menghadapi lingkungan kerja. Tekanan dan tuntutan kedisiplinan berubah ketika siswa berstatus sebagai karyawan.

Saat magang, kesalahan masih dianggap bagian dari proses belajar. Kondisinya berbeda ketika siswa sudah menjadi pekerja tetap. Target, disiplin, dan tanggung jawab perusahaan mulai melekat.

“Kalau masih magang melakukan kesalahan dimaklumi, berbeda kalau sudah karyawan,” katanya.

Baca Juga: Vanessa Kirby Syuting Avengers: Doomsday Saat Hamil, Aktris Sue Storm Sebut Pengalaman Terkeren - Radar Batu

Karena itu, sejumlah hotel di Kota Batu lebih memilih merekrut calon tenaga kerja melalui jalur magang. Masa praktik kerja lapang (PKL) yang dapat berlangsung hingga enam bulan memberi kesempatan bagi perusahaan untuk menilai karakter dan konsistensi siswa.

Siswa yang dinilai disiplin, stabil, dan mampu mengikuti ritme kerja biasanya lebih mudah mendapat kesempatan menjadi pekerja harian atau daily worker. Mereka bahkan berpeluang melanjutkan sebagai karyawan tetap.

“Anak yang konsisten dan bermental bagus biasanya langsung diprioritaskan untuk direkrut,” jelas Sujud.

Menurutnya, kebutuhan industri tidak hanya berhenti pada ijazah dan kompetensi teknis. Karakter kerja justru menjadi faktor penting yang menentukan apakah lulusan mampu bertahan setelah direkrut.

Baca Juga: Pemeran Avengers: Secret Wars Resmi Diumumkan, RDJ Jadi Doctor Doom Didampingi Bintang Multiverse - Radar Batu

Karena itu, Sujud mengusulkan penguatan BLK atau hospitality center di Kota Batu. Lembaga tersebut diharapkan tidak sekadar memberikan keterampilan teknis, tetapi juga membentuk disiplin dan kesiapan mental calon pekerja.

“Kalau lulusan SMK ini ditambahi program pelatihan di BLK selama enam bulan, gap-nya akan habis. Begitu masuk ke hotel, mereka sudah benar-benar siap dan paham tekanan kerja,” tuturnya.

Pelatihan tambahan dapat menjadi jembatan antara suasana sekolah dan tuntutan industri. Peserta dibiasakan menghadapi target pekerjaan, standar pelayanan, kedisiplinan waktu, serta tanggung jawab yang menyerupai lingkungan kerja sebenarnya.

Baca Juga: Karhutla Gunung Butak dan Kawinajang Padam, Perhutani Mulai Telusuri Penyebab - Radar Batu

Selain BLK, magang tetap dinilai efektif untuk menguji kesiapan siswa. Perusahaan dapat menilai keterampilan teknis sekaligus sikap, komunikasi, kedisiplinan, dan kemampuan bekerja dalam tim.

Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Kerja Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batu Hartini menyebut pemerintah juga membuka pelatihan gratis bagi lulusan SMK dan pencari kerja.

“Pelatihan gratis dari alokasi dana Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) ini diperuntukkan bagi para lulusan SMK dan pencari kerja, seperti pelatihan tata kecantikan, perhotelan, hingga barista,” ujarnya.

Baca Juga: Delapan Ruang Kreatif di Kota Batu Kejar Pendanaan Pemerintah Pusat - Radar Batu

Selain pelatihan, Disnaker memperluas jaringan dengan pengusaha. Tujuannya agar informasi lowongan lebih cepat diterima pencari kerja.

Di tingkat sekolah, kesiapan memasuki pasar kerja juga diperkuat melalui Bursa Kerja Khusus (BKK). Setiap sekolah kejuruan di Kota Batu telah memilikinya. Wadah tersebut berperan menghubungkan siswa dan lulusan dengan dunia kerja.

Namun, penguatan tidak cukup hanya dilakukan melalui peningkatan hard skill. Sekolah dan pemerintah juga perlu melatih kemampuan bertahan di bawah tekanan, disiplin, tanggung jawab, serta sikap profesional.

Keberhasilan lulusan SMK bukan hanya soal seberapa cepat memperoleh pekerjaan. Yang lebih penting adalah kemampuan bertahan, berkembang, dan memenuhi standar industri setelah benar-benar masuk dunia kerja.

Editor : Fajar Andre Setiawan
Kesiapan Kerja BLK phri smk lulusan smk