BATU, RADAR BATU - Sebanyak 14 posisi guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di SD negeri Kota Batu masih kosong. Kekurangan itu terjadi setelah sejumlah guru memasuki masa pensiun. Untuk sementara, Dinas Pendidikan (Disdik) mengandalkan penugasan rangkap dan pengajaran lintas sekolah agar pembelajaran tetap berjalan.
Plt Kepala Bidang Pembinaan SD Disdik Kota Batu Dina Susanti mengatakan kebutuhan guru kelas dan guru jenjang TK secara umum sudah mencukupi. Namun, kebutuhan guru mata pelajaran khusus seperti PJOK masih mengalami kekurangan. “Dari data kami setidaknya ada 14 posisi yang kosong,” jelasnya.
Menurut Dina posisi tersebut tidak bisa diisi sembarang guru kelas. Sebab, PJOK membutuhkan kompetensi khusus. Terutama dalam penguasaan teknik olahraga dan praktik yang berkaitan dengan keamanan siswa.
Baca Juga: Tempat Berburu Baju Thrifting Murah Berkualitas di Batu, Cocok Buat Kantong Mahasiswa - Radar Batu
Untuk memenuhi kekurangan tersebut, Disdik telah mengusulkan formasi guru mata pelajaran melalui rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Sembari menunggu formasi terealisasi, penugasan rangkap masih diterapkan.
“Sistemnya dirangkap. Misalnya guru yang mengajar di Sekolah A diberi tugas tambahan untuk mengajar di Sekolah B,” katanya. Skema tersebut menjadi solusi sementara agar pembelajaran PJOK tetap berjalan dan siswa tetap mendapat pengajaran dari guru sesuai kompetensinya.
Editor : Fajar Andre Setiawan