Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Sebagian SMP Swasta Kesulitan Penuhi Pagu, Inovasi Jadi Kunci SMP Swasta Gaet Siswa Baru

Rori Dinanda Bestari • Minggu, 12 Juli 2026 | 21:15 WIB
FOKUS: Siswa SMP Negeri 3 Batu mengikuti pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) beberapa waktu lalu
FOKUS: Siswa SMP Negeri 3 Batu mengikuti pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) beberapa waktu lalu

 

BATU, RADAR BATU - Berakhirnya Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP Negeri di Kota Batu belum sepenuhnya diikuti terpenuhinya kuota sekolah swasta. Sejumlah SMP swasta memang telah menutup pendaftaran lebih awal karena pagunya terpenuhi. Namun, sebagian lainnya masih berupaya mengejar target penerimaan hingga akhir Juli.

Perbedaan capaian itu menunjukkan persaingan antarsekolah swasta semakin ketat. Inovasi layanan, penguatan karakter, hingga strategi promosi menjadi faktor penting untuk menarik minat calon peserta didik.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Swasta Kota Batu Windra Rizkyana mengatakan sekolah swasta kini tidak lagi sekadar menjadi pilihan setelah gagal masuk sekolah negeri. Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap sekolah swasta terus meningkat seiring peningkatan kualitas layanan.

BACA JUGA: Blunder Senne Lammens Jadi Petaka, Bola Rebound Berujung Gol Penentu Kemenangan Spanyol

“Strategi pelayanan dan inovasi yang dilakukan sekolah swasta membuat masyarakat semakin percaya. Banyak orang tua sekarang memang sejak awal memilih sekolah swasta,” ujarnya. Hal itu terlihat di SMP Muhammadiyah 8 Batu yang dipimpinnya. Sekolah tersebut telah menutup pendaftaran jauh sebelum SPMB negeri dimulai.

Gelombang pertama dibuka sejak 18 November 2025. Itu pun langsung mengisi 113 kursi dalam sehari. Sementara sisa kuota 77 kursi pada gelombang kedua April lalu juga segera terpenuhi. “Tahun ini kami membatasi daya tampung 190 siswa. Begitu kuota terpenuhi, sistem langsung kami tutup,” katanya.

Menurut Windra, keberhasilan tersebut tidak lepas dari strategi penerimaan yang sederhana. Sekolah tidak menerapkan tes akademik maupun tes mengaji. Seleksi lebih mengutamakan komitmen orang tua agar menjadikan sekolah sebagai pilihan utama. “Prinsip kami siapa cepat dia dapat. Yang penting orang tua berkomitmen memilih sekolah kami,” jelasnya.

BACA JUGA: Ini Alasan Podcast Jadi Pilihan Baru Pelajar Zaman Now

Untuk menjaga komitmen itu, sekolah mewajibkan penyelesaian administrasi seragam sejak awal pendaftaran. Kebijakan tersebut terpaksa diterapkan. Sebab, pengalaman sebelumnya banyak calon siswa mengundurkan diri setelah diterima di sekolah negeri. “Bukti keseriusan itu kami wujudkan lewat administrasi seragam. Dengan begitu kuota lebih terjaga,” ujarnya.

Sistem tersebut juga memunculkan daftar tunggu. Jika ada siswa yang mengundurkan diri karena pindah domisili atau alasan lain, kursinya langsung diisi calon siswa berikutnya.

Windra juga menepis anggapan bahwa sekolah swasta identik dengan biaya mahal.

BACA JUGA:Kenapa Kulit di Jempol Tangan Sering Mengelupas? Ini Penjelasan Medisnya

Menurutnya, banyak sekolah telah menerapkan subsidi silang. Selain itu, juga menyediakan beasiswa melalui lembaga seperti Lazismu. Otomatis biaya bukan lagi hambatan utama. “Kami memberikan keringanan sesuai kemampuan ekonomi keluarga. Jadi semua anak tetap punya kesempatan memperoleh pendidikan yang baik,” katanya.

Namun, kondisi berbeda dialami sejumlah sekolah swasta lain. Salah satunya SMP Islam 01 Batu. Hingga kini sekolah tersebut masih berjuang memenuhi pagu. Kepala SMP Islam 01 Batu Nurman Rohadi mengatakan jumlah siswa baru yang telah mendaftar baru mencapai 52 orang dari target 75 siswa. Padahal pendaftaran telah dibuka sejak Maret.

BACA JUGA: Rincian Kasus Besar yang Pernah Ditangani Rudi Margono, Plt Jampidsus Baru Kejagung: Pernah Tuntut Besan SBY hingga Usut BLBI

Menurutnya, sebagian besar orang tua masih menjadikan sekolah swasta sebagai pilihan setelah hasil seleksi sekolah negeri diumumkan. “Animo masyarakat masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Mereka cenderung menunggu pengumuman dari sekolah negeri terlebih dahulu,” ujarnya.

Meski demikian, Nurman bersyukur belum ada calon siswa yang membatalkan pendaftaran setelah diterima di sekolah negeri. Untuk memberi kesempatan lebih luas, pihaknya memperpanjang masa pendaftaran hingga akhir Juli. “Kami optimistis kuota masih bisa bertambah, sehingga pendaftaran kami buka sampai akhir Juli,” pungkasnya.

BACA JUGA: Wajib Tahu! Belajar Bersama Ternyata Ampuh Atasi Stres Akademik

Perbedaan capaian itu menunjukkan keberhasilan sekolah swasta memenuhi pagu tidak lagi ditentukan status sekolah semata. Namun, lebih pada kemampuan masing-masing lembaga menghadirkan inovasi, membangun kepercayaan masyarakat, dan menawarkan layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan orang tua dan calon peserta didik. (ori/dre)

Editor : Fajar Andre Setiawan
calon siswa baru spmb smp pendidikan