Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Tekan Angka Anak Tidak Sekolah, Pemerintah Luncurkan Gerakan Nasional SPMB PJJ 2026

Salshabila Abidah Ardelia • Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:00 WIB
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti. (Istimewa)
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti. (Istimewa)

BATU, RADAR BATU Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi meluncurkan Sistem Penerimaan Murid Baru Pendidikan Jarak Jauh (SPMB PJJ) 2026 sebagai gerakan nasional terintegrasi. Langkah ini dilakukan untuk menjangkau kembali jutaan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Indonesia melalui skema belajar fleksibel hingga lulus.

Baca Juga: Mudah Terkecoh Informasi Palsu? Ini Cara Efektif Melatih Berpikir Kritis Menurut Riset

Gerakan Nasional Menekan Angka ATS

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menyatakan bahwa implementasi PJJ bertujuan menekan angka ATS di Indonesia yang saat ini mencapai 4 juta anak usia 7-18 tahun. Secara khusus, program ini menyasar sekitar 2,4 juta ATS berusia 16-18 tahun yang menghadapi berbagai hambatan dalam mengakses pendidikan formal.

Program ini mengombinasikan metode daring dan luring untuk memberikan layanan pendidikan yang adil, termasuk bagi anak-anak di wilayah 3T dengan keterbatasan infrastruktur digital.

Baca Juga: Wajib Setahun, Ini Daftar 9 Prodi UIN Malang yang Tempati Ma’had Kampus 3 Batu

"Kita ingin memastikan tidak ada anak yang terlalu jauh untuk dijangkau, tidak ada mimpi anak Indonesia yang terhenti karena keterbatasan layanan pendidikan," tegas Suharti.

Alur Pendaftaran dan Target Kelulusan

Penerimaan murid PJJ khusus ATS ini dilaksanakan dalam beberapa tahap terstruktur. Tahap satu dan dua berfokus pada pemetaan serta sosialisasi yang telah berjalan sejak Mei hingga Juni.

Saat ini, program memasuki tahap tiga dan empat, yaitu penjangkauan serta penjaringan melalui pendaftaran resmi pada 1-27 Juli, dilanjutkan dengan verifikasi dokumen serta penetapan murid pada 27-31 Juli.

Baca Juga: Bukan Soal Jadi Kaya, Ini Alasan Pelajar Harus Melek Finansial Sejak Dini

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, menjelaskan bahwa keberhasilan gerakan ini diukur dari keberlanjutan belajar peserta. Pemerintah berkomitmen mendampingi siswa agar tidak sekadar mendaftar, melainkan mampu bertahan menghadapi tantangan pembelajaran.

"Target akhir dari SPMB PJJ ini adalah bukan hanya banyaknya pendaftar atau anak yang kembali aktif belajar, melainkan seberapa banyak anak yang mampu bertahan dan lulus," pesan Tatang.

Editor : Aditya Novrian
#Pendidikan Jarak Jauh #SPMB PJJ #Anak tidak sekolah #ATS #pjj