BATU, RADAR BATU – Literasi finansial merupakan keterampilan penting bagi pelajar untuk membangun kemandirian dan kesuksesan masa depan.
Namun, data TIAA Institute-GFLEC 2024 menunjukkan Gen Z rata-rata hanya menjawab benar 37% pertanyaan indeks literasi finansial. Pemahaman tentang bunga majemuk bahkan menjadi nilai terendah, padahal materi ini penting sebelum mengambil pinjaman.
Kesenjangan Pendidikan Keuangan
Saat ini, sebanyak 75% remaja belajar keuangan dari keluarga, sedangkan yang mendapatkannya dari sekolah hanya 52%.
Baca Juga: 922 Tempat Ibadah Bakal Terima Subsidi Listrik
Dua dari tiga pelajar bahkan merasa sekolah mereka belum cukup memberikan pendidikan finansial. Ironisnya, 85% pelajar SMA menyatakan sangat tertarik untuk mempelajari topik keuangan di sekolah mereka. Kondisi ini diperkuat oleh fakta bahwa lebih dari 80% orang dewasa menyesal tidak mendapatkan pendidikan finansial sejak sekolah.
Dampak Positif Literasi Finansial
Riset OECD dari PISA 2022 membuktikan bahwa literasi finansial memengaruhi perilaku nyata secara langsung. Pelajar yang memiliki literasi finansial tinggi 72% lebih mungkin menabung secara rutin. Selain itu, mereka 50% lebih cermat dalam membandingkan harga sebelum membeli sesuatu.
Keterampilan dasar yang perlu dibangun meliputi penganggaran, menabung, kredit, serta dasar-dasar perbankan.
Kunci Kendali Masa Depan
Penguasaan keterampilan tersebut membantu pelajar membuat keputusan keuangan yang cerdas. Pelajar dapat menerapkan tips nyata, seperti membuat anggaran dan melacak pengeluaran untuk menghindari pemborosan. Mereka juga perlu menetapkan tujuan keuangan, membedakan keinginan dan kebutuhan, serta membangun dana darurat.
Baca Juga: Jadi Tren, Pedagang Bunga Alun-Alun Raup Cuan
Literasi finansial bukan tentang menjadi kaya, melainkan kesiapan agar tidak panik saat kebutuhan mendesak datang. Semakin cepat pelajar membangun pemahaman ini, semakin besar kendali mereka atas masa depan finansial sendiri.
Editor : Aditya Novrian