Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Kuota Jalur Prestasi Akademik SMA 25% dan SMK 65%, Ini Alasan Calon Murid SMK Lebih Diuntungkan

Salshabila Abidah Ardelia • Minggu, 21 Juni 2026 | 22:00 WIB
Ilustrasi: Siswa SMA (Foto: Pexels)
Ilustrasi: Siswa SMA (Foto: Pexels)

MALANG, RADAR BATU — Calon peserta didik baru di Jawa Timur yang membidik Jalur Prestasi Akademik pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 menghadapi peta persaingan yang jauh berbeda di jenjang SMA dan SMK.

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menetapkan alokasi daya tampung yang timpang, dengan kuota SMA sebesar 25% dan SMK mencapai 65%. Perbedaan mencolok ini menjadi sinyal penting bagi pendaftar untuk mengukur tingkat kelonggaran kompetisi di masing-masing satuan pendidikan.

Mengapa Kuota SMK Jauh Lebih Besar?

Tingginya kuota Jalur Prestasi Akademik untuk jenjang SMK sengaja didesain untuk menjaring calon murid yang memiliki kompetensi akademik unggul sejak dini. Jalur ini diperuntukkan bagi pendaftar dari wilayah dalam maupun luar rayon tanpa batasan kabupaten/kota yang ketat.

Baca Juga: Mau Lolos SPMB Jalur Prestasi Akademik 2026? Intip Bocoran Kriteria Pemeringkatannya!

Dengan porsi daya tampung sebesar 65%, peluang calon murid SMK untuk lolos lewat nilai gabungan rapor dan Tes Kompetensi Akademik (TKA) menjadi jauh lebih terbuka lebar.

Persaingan Ketat di Jalur SMA

Kondisi sebaliknya terjadi pada jenjang SMA yang hanya menyediakan kuota Jalur Prestasi Akademik sebesar 25%. Selain daya tampungnya yang terbatas, jalur SMA juga menerapkan pembatasan wilayah yang lebih ketat, yakni hanya untuk calon murid dari dalam rayon, luar rayon satu kabupaten/kota, atau luar rayon kabupaten/kota yang berbatasan langsung.

Ketatnya kuota dan batasan wilayah itu membuat pemeringkatan nilai akhir di jenjang SMA menjadi sangat kompetitif.

Baca Juga: Sama-Sama Pakai Prestasi: Ini Beda Jalur Nilai Akademik dan Hasil Lomba di SPMB

Strategi Membaca Peluang Kelulusan

Pola pembagian kuota ini dapat menjadi basis strategi bagi calon murid dalam menentukan pilihan sekolah sebelum pendaftaran online resmi dibuka akhir Juni nanti. Bagi pendaftar yang memiliki Nilai Kemampuan Akademik di posisi menengah, memilih jenjang SMK menawarkan keamanan posisi yang lebih tinggi karena ruang kuota yang melimpah.

Memahami karakteristik daya tampung ini akan membantu calon murid bersikap realistis dalam mengamankan kursi sekolah negeri sesuai dengan potensi nilai yang mereka miliki.

Editor : Aditya Novrian
#SPMB 2026 #Jalur prestasi akademik #SPMB jatim 2026 #SPMB jenjang SMA/SMK