Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

85 Kursi Jalur Mutasi SPMB Kota Batu Diperebutkan dalam Sehari

Rori Dinanda Bestari • Rabu, 3 Juni 2026 | 19:00 WIB
SELEKSI KETAT: Salah seorang wali siswa mengakses laman SPMB Kota Batu untuk memantau pergerakan kuota jalur mutasi orang tua yang dibuka kemarin (2/6). Ketatnya persaingan jalur mutasi menuntut keabsahan dokumen yang mutlak.
SELEKSI KETAT: Salah seorang wali siswa mengakses laman SPMB Kota Batu untuk memantau pergerakan kuota jalur mutasi orang tua yang dibuka kemarin (2/6). Ketatnya persaingan jalur mutasi menuntut keabsahan dokumen yang mutlak.

 

BATU, RADAR BATU - Alokasi kuota minim di tengah tingginya migrasi penduduk antardaerah memicu persaingan sengit dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru jalur mutasi orang tua kemarin (2/6). Puluhan wali murid memperebutkan 85 sisa jatah bangku di tujuh SMP negeri se-Kota Batu melalui pendaftaran yang hanya dibuka sehari saja.

Jalur perpindahan tugas orang tua ini hanya mendapatkan porsi lima persen dari total pagu keseluruhan. Hasil seleksi dijadwalkan langsung diumumkan pada Kamis besok (4/6). Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu Alfi Nurhidayat menegaskan penentu kelolosan sepenuhnya bertumpu pada akurasi data.

BACA JUGA: Malang Larut Malam, Ini Rekomendasi Tempat Kuliner Malam untuk Menghangatkan Udara Dingin

Seluruh berkas wajib diunggah secara daring melalui laman resmi sekolah yang dituju. “Kami hanya memvalidasi Surat Keputusan (SK) pindah tugas yang diterbitkan maksimal satu tahun terakhir,” jelas Alfi.

Beberapa dokumen wajib meliputi SK mutasi kerja dari instansi atau perusahaan asal, Surat Keterangan Pindah Domisili atau Kartu Keluarga (KK), serta pakta integritas bermeterai. Aturan khusus juga berlaku bagi kategori anak guru. Mereka diwajibkan melampirkan surat penugasan orang tua sebagai tenaga pendidik aktif.

BACA JUGA: Bukan Bakso dan Ketan Saja, Ini Kuliner Khas Batu yang Layak Masuk Daftar Buruan Wisatawan

Sempitnya peluang lolos rawan memicu praktik curang berupa manipulasi data dari para orang tua murid. Merespons itu, Alfi mengeluarkan peringatan keras. Langkah preventif ini diambil untuk menyumbat celah manipulasi administrasi demi meloloskan calon siswa.

“Proses verifikasi berjalan berlapis dan ketat. Jika ditemukan pemalsuan data, panitia langsung menjatuhkan sanksi diskualifikasi,” tegas Alfi. Posisi calon siswa yang dicoret otomatis digantikan oleh pendaftar di urutan peringkat tepat di bawahnya. Siasat tegas ini diharapkan mampu menjaga integritas dan keadilan sistem seleksi. (ori/dre)

Editor : Fajar Andre Setiawan
#sekolah di kota batu #siswa #spmb