BATU, RADAR BATU – Saat mendaftar kuliah, sebagian besar siswa biasanya hanya menyiapkan dokumen seperti rapor dan ijazah. Namun, untuk beberapa jurusan tertentu, terdapat syarat tambahan yang tidak kalah penting, yaitu portofolio. Dokumen ini sering menjadi bahan pertimbangan kampus untuk menilai kemampuan calon mahasiswa sebelum diterima di program studi yang dipilih.
Portofolio Berbeda dengan CV
Portofolio merupakan kumpulan karya, proyek, pengalaman, atau pencapaian yang menunjukkan kemampuan seseorang dalam bidang tertentu. Bentuknya bisa berupa gambar, tulisan, desain, video, fotografi, hingga dokumentasi berbagai proyek yang pernah dikerjakan.
Portofolio berbeda dengan curriculum vitae (CV). CV berisi informasi diri seperti riwayat pendidikan, pengalaman organisasi, dan keterampilan yang dimiliki. Sementara itu, portofolio berfungsi sebagai bukti nyata dari kemampuan tersebut.
Baca Juga: Tak Hanya Jadi Guru, Ini Prospek Kerja Lulusan Jurusan yang Berkaitan dengan Bahasa Inggris
Misalnya, seseorang menuliskan kemampuan desain grafis dalam CV. Melalui portofolio, ia dapat menunjukkan hasil desain yang pernah dibuat sehingga pihak kampus atau perekrut dapat menilai kualitas kemampuannya secara langsung.
Memiliki Fungsi Penting untuk Pendidikan dan Karier
Portofolio memiliki banyak fungsi, baik dalam dunia pendidikan maupun dunia kerja. Dokumen ini dapat digunakan untuk mendokumentasikan hasil karya terbaik, menunjukkan pengalaman yang pernah dimiliki, serta menjadi sarana personal branding.
Selain itu, portofolio membantu pihak kampus atau perusahaan memahami kemampuan seseorang secara lebih mendalam. Dengan melihat karya yang ditampilkan, mereka dapat menilai kreativitas, keterampilan teknis, hingga proses berpikir yang digunakan dalam menyelesaikan sebuah proyek.
Karena itulah portofolio sering dianggap sebagai salah satu cara paling efektif untuk menunjukkan kompetensi yang tidak selalu dapat dijelaskan hanya melalui nilai akademik atau sertifikat.
Baca Juga: Jangan Sampai Salah Jurusan, Hindari Kesalahan Ini Sejak Sekarang
Jurusan Seni dan Desain Paling Banyak Membutuhkan Portofolio
Dalam proses seleksi masuk perguruan tinggi, portofolio umumnya dibutuhkan oleh jurusan yang menekankan aspek kreativitas dan kemampuan praktik. Beberapa di antaranya adalah Desain Komunikasi Visual (DKV), Seni Rupa, Desain Interior, Desain Produk, Fotografi, Film dan Televisi, Animasi, hingga Arsitektur.
Melalui portofolio, kampus dapat melihat kemampuan dasar calon mahasiswa sebelum mereka mengikuti perkuliahan. Misalnya, calon mahasiswa DKV dapat menampilkan ilustrasi, poster, atau karya digital yang pernah dibuat. Sementara calon mahasiswa arsitektur dapat menyertakan sketsa maupun rancangan bangunan sederhana.
Editor : Aditya Novrian