Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Belajar Sendiri dan Belajar Kelompok Punya Peminatnya Masing-Masing, Ini Alasannya

Choirun Nisa • Minggu, 31 Mei 2026 | 07:04 WIB
Ilustrasi siswa yang lebij nyaman belajar sendiri, dan beberapa siswa yang belajar berkelompok (Sumber: Direktorat SMA - Kemendikdasmen)
Ilustrasi siswa yang lebij nyaman belajar sendiri, dan beberapa siswa yang belajar berkelompok (Sumber: Direktorat SMA - Kemendikdasmen)

BATU, RADAR BATU – Menjelang ujian atau saat tugas mulai menumpuk, siswa biasanya memiliki cara belajar favorit masing-masing. Ada yang lebih nyaman belajar sendirian di kamar atau perpustakaan, tetapi ada juga yang memilih belajar bersama teman dalam kelompok.

Perbedaan ini sering memunculkan pertanyaan: mana yang sebenarnya lebih efektif, belajar sendiri atau belajar kelompok? Ternyata, keduanya memiliki kelebihan masing-masing dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta gaya belajar setiap siswa.

Dilansir dari laman SMA Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), tidak ada metode yang mutlak lebih baik. Sebagian siswa lebih mudah memahami materi ketika belajar sendiri, sementara yang lain justru lebih termotivasi ketika belajar bersama teman.

Belajar Sendiri Membantu Fokus dan Mengatur Tempo

Belajar sendiri menjadi pilihan banyak siswa karena dianggap lebih tenang dan minim gangguan. Tanpa adanya obrolan atau aktivitas lain dari teman, siswa dapat memusatkan perhatian sepenuhnya pada materi yang sedang dipelajari. Belajar mandiri juga memberikan keleluasaan untuk mengatur tempo belajar sesuai kebutuhan. Siswa dapat mengulang materi yang dianggap sulit lebih lama atau langsung melanjutkan ke topik berikutnya jika sudah memahami pelajaran tertentu.

Baca Juga: Apa Itu “Decision Fatigue”? Kondisi yang Bisa Dialami Siswa Setiap Hari

Laman Oxford Learning juga menyebutkan bahwa belajar sendiri memberi kebebasan penuh dalam menentukan lingkungan belajar. Ada siswa yang lebih fokus di ruangan sunyi, ada pula yang nyaman belajar di perpustakaan atau kafe. Selain itu, mereka bisa menentukan sendiri waktu belajar yang paling produktif, baik pagi maupun malam hari. Belajar mandiri juga memungkinkan siswa menggunakan waktu secara lebih efisien karena tidak perlu menyesuaikan kecepatan belajar dengan orang lain.

Belajar Kelompok Membantu Diskusi dan Menambah Motivasi

Di sisi lain, belajar kelompok tetap menjadi pilihan banyak siswa karena memberikan kesempatan untuk berdiskusi secara langsung. Saat ada materi yang sulit dipahami, siswa dapat bertanya kepada teman dan memperoleh penjelasan dari berbagai sudut pandang. Menjelaskan materi kepada orang lain juga dapat membantu memperkuat pemahaman seseorang terhadap pelajaran yang sedang dipelajari. Karena itu, diskusi kelompok sering kali membuat siswa lebih mudah mengingat konsep tertentu.

Belajar kelompok juga memberikan motivasi tambahan. Kehadiran teman dapat membuat suasana belajar terasa lebih menyenangkan dan mengurangi rasa bosan saat menghadapi materi yang cukup banyak. Adanya jadwal belajar bersama membuat siswa lebih terdorong untuk mempersiapkan diri dan tetap konsisten belajar. Rasa tanggung jawab terhadap kelompok juga dapat membantu meningkatkan disiplin.

Baca Juga: Kafe Jadi Pilihan Tempat Belajar Mahasiswa, Ini Alasannya

Pilihan Terbaik Bergantung pada Kebutuhan Siswa

Meski sama-sama memiliki kelebihan, kedua metode belajar tersebut juga memiliki tantangan. Belajar kelompok bisa menjadi kurang efektif jika anggota kelompok terlalu banyak mengobrol di luar materi pelajaran. Sebaliknya, belajar sendiri kadang membuat siswa kesulitan ketika menemui materi yang tidak dipahami.

Banyak siswa memadukan keduanya. Mereka belajar sendiri untuk membaca, menghafal, atau merangkum materi, lalu bergabung dalam kelompok untuk berdiskusi dan menguji pemahaman.

Editor : Aditya Novrian
#gaya belajar #kelompok #individu #belajar #siswa