BATU, RADAR BATU – Tote bag kini menjadi salah satu tas favorit di kalangan pelajar. Bentuknya yang simpel, desainnya yang estetik, dan mudah dipadukan dengan berbagai gaya membuat tote bag semakin populer digunakan ke sekolah, les, hingga hangout bersama teman.
Tidak sedikit pelajar memilih tote bag karena dianggap lebih praktis dan fashionable dibanding tas ransel biasa. Selain bisa membawa buku, laptop, dan botol minum, tote bag juga dinilai lebih cocok dengan gaya anak muda masa kini. Namun di balik tampilannya yang kekinian, penggunaan tote bag ternyata juga memiliki dampak terhadap kesehatan tubuh jika digunakan secara berlebihan atau dengan beban terlalu berat.
Dianggap Simpel dan Lebih Estetik
Dilansir dari laman FKM UNAIR, tote bag bukan lagi sekadar tempat membawa barang, tetapi sudah menjadi bagian dari gaya hidup anak muda. Banyak pelajar dan mahasiswa memilih tote bag karena terlihat lebih minimalis, modern, dan mudah dipadukan dengan outfit sehari-hari.
Baca Juga: 246 Siswa Kota Batu Lolos SNBT, dari SMK Masih Minim
Selain faktor penampilan, tote bag juga dinilai praktis karena mampu menampung banyak barang. Hal inilah yang membuat banyak pelajar lebih nyaman menggunakan tas jenis ini untuk aktivitas harian. Laman Orange Untirta juga menyebutkan bahwa sebagian anak muda memilih tote bag karena modelnya lebih bervariasi dan terasa lebih ringkas untuk digunakan ke berbagai kegiatan.
Bisa Berdampak pada Postur Tubuh
Meski terlihat nyaman, penggunaan tote bag dengan beban berat dalam waktu lama ternyata dapat memengaruhi kesehatan punggung dan bahu. Berbeda dengan tas ransel yang membagi beban secara seimbang di kedua bahu, tote bag hanya bertumpu pada satu sisi tubuh. Akibatnya, satu bahu harus bekerja lebih keras menopang beban.
Menurut American Chiropractic Association (ACA) yang dikutip laman FKM UNAIR, berat tas ideal sebaiknya tidak melebihi 10–15 persen dari berat tubuh seseorang. Jika terlalu berat dan terus digunakan di satu sisi tubuh, kondisi ini dapat menyebabkan ketegangan otot, nyeri punggung, hingga gangguan postur.
Dalam jangka panjang, kebiasaan membawa beban berat di satu bahu juga dapat meningkatkan risiko skoliosis, yaitu kondisi tulang belakang yang melengkung tidak normal ke samping. Selain nyeri punggung, dampak lainnya bisa berupa bahu terasa pegal, tubuh menjadi tidak seimbang, hingga aktivitas sehari-hari terasa kurang nyaman.
Baca Juga: “Inner Pressure” pada Siswa, Tekanan yang Datang dari Diri Sendiri, Apa Penyebabnya?
Tetap Bisa Mengikuti Tren dengan Lebih Aman
Meski memiliki risiko, bukan berarti pelajar harus sepenuhnya berhenti menggunakan tote bag. Penggunaan tote bag tetap aman jika memperhatikan beban bawaan dan cara pemakaiannya. Pelajar dapat mulai mengurangi risiko dengan tidak membawa barang terlalu berat, mengganti sisi bahu secara bergantian, atau menggunakan tas ransel saat membawa laptop dan banyak buku.
Selain itu, penting untuk lebih memperhatikan kenyamanan tubuh dibanding hanya mengikuti tren semata. Penampilan memang penting, tetapi kesehatan postur tubuh juga perlu dijaga sejak usia muda
Editor : Aditya Novrian