BATU, RADAR BATU – Pernah melihat siswa menjadi lebih mudah marah, tersinggung, atau emosional ketika kurang tidur? Kondisi ini ternyata bukan sekadar perubahan suasana hati biasa. Kurang istirahat dapat memengaruhi kondisi emosi, konsentrasi, hingga kemampuan siswa dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Di kalangan pelajar, kurang tidur sering terjadi akibat tugas sekolah yang menumpuk, kebiasaan bermain gadget hingga larut malam, jadwal kegiatan yang padat, atau stres akademik. Akibatnya, banyak siswa mengalami perubahan emosi yang lebih cepat dibanding biasanya.
Kurang Tidur Bisa Membuat Emosi Lebih Tidak Stabil
Dilansir dari jurnal The Amygdala, Sleep Debt, Sleep Deprivation, and the Emotion of Anger: A Possible Connection?, kurang tidur berkaitan erat dengan perubahan suasana hati, termasuk meningkatnya rasa marah, sensitif, mudah tersinggung, hingga agresivitas.
Dalam penelitian tersebut dijelaskan bahwa tidur yang kurang dapat memengaruhi bagian otak bernama amigdala, yaitu bagian yang berperan dalam mengatur emosi. Ketika seseorang mengalami kurang tidur terus-menerus, otak menjadi lebih sulit mengontrol respons emosional terhadap situasi di sekitarnya.
Baca Juga: Fenomena Siswa Sulit Menikmati Momen karena Sibuk Mengabadikannya di Media Sosial
Akibatnya, siswa yang biasanya tenang bisa menjadi lebih mudah kesal, marah karena hal kecil, atau merasa emosinya naik turun secara cepat. Bahkan satu malam kurang tidur saja dapat memengaruhi suasana hati dan kemampuan berpikir seseorang.
Penelitian pada remaja juga menunjukkan bahwa siswa yang tidur kurang dari waktu yang dianjurkan cenderung mengalami perubahan perilaku, seperti lebih impulsif, mudah marah, cemas, hingga sulit mengendalikan emosi.
Pelajar Jadi Sulit Fokus dan Cepat Lelah
Selain memengaruhi emosi, kurang istirahat juga berdampak pada kemampuan belajar siswa. Dilansir dari laman Alodokter, otak yang tidak mendapatkan waktu istirahat cukup akan lebih sulit fokus, mudah mengantuk, cepat lelah, serta mengalami penurunan daya ingat dan kreativitas.
Kondisi ini membuat siswa menjadi lebih sulit berkonsentrasi saat pelajaran berlangsung. Tidak sedikit pelajar yang akhirnya merasa semakin tertekan karena tugas terasa lebih berat ketika tubuh dan pikiran sedang kelelahan. Kurang tidur juga membuat tubuh memproduksi hormon stres lebih banyak. Hal tersebut dapat menyebabkan tubuh terasa pegal, energi menurun, hingga membuat suasana hati semakin buruk.
Di lingkungan sekolah, kondisi ini sering terlihat ketika siswa menjadi lebih sensitif terhadap perkataan teman, mudah tersinggung saat berdiskusi kelompok, atau kehilangan semangat mengikuti kegiatan belajar.
Baca Juga: Fenomena “Mood Swing” pada Pelajar Muncul Lebih Sering saat Tugas Menumpuk
Istirahat yang Cukup Penting bagi Pelajar
Beberapa cara yang dapat membantu menjaga kualitas istirahat antara lain mengurangi penggunaan gadget sebelum tidur, mengatur jadwal belajar dengan lebih seimbang, berolahraga ringan, dan meluangkan waktu untuk relaksasi.
Siswa juga perlu mengenali tanda-tanda tubuh yang mulai kelelahan, seperti sulit fokus, mudah marah, atau merasa sangat lelah sepanjang hari. Kondisi tersebut bisa menjadi sinyal bahwa tubuh membutuhkan waktu istirahat lebih baik.
Editor : Aditya Novrian