Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Fenomena “Social Hangover” pada Siswa, Simak Penjelasannya

Choirun Nisa • Minggu, 24 Mei 2026 | 10:00 WIB
Ilustrasi seseorang yang mengalami kehabisan energi untuk melakukan aktivitas apapun (Sumber: Medium)
Ilustrasi seseorang yang mengalami kehabisan energi untuk melakukan aktivitas apapun (Sumber: Medium)

BATU, RADAR BATU – Fenomena social hangover mulai banyak dirasakan oleh pelajar dan generasi muda setelah terlalu lama bersosialisasi atau berada di lingkungan ramai. Kondisi ini membuat seseorang merasa sangat lelah secara mental maupun emosional setelah nongkrong, berkumpul dengan teman, atau mengikuti aktivitas sosial dalam waktu lama.

Sekilas, berkumpul bersama teman memang terasa menyenangkan. Namun, tanpa disadari, aktivitas sosial juga membutuhkan energi mental yang cukup besar. Akibatnya, sebagian siswa merasa kehabisan energi, sulit fokus, hingga ingin menyendiri setelah terlalu banyak berinteraksi.

Aktivitas Sosial Bisa Menguras Energi Mental Siswa

Baca Juga: Fenomena ‘Healing’ pada Pelajar, Cara Baru Mengurangi Tekanan Sekolah

Dilansir dari laman Beautynesia, social hangover merupakan kondisi ketika seseorang merasa lelah, murung, atau kehilangan energi setelah melakukan aktivitas sosial. Kondisi ini tidak hanya dialami oleh siswa yang introvert, tetapi juga bisa dirasakan oleh siapa saja.

Saat berada di lingkungan sosial, otak bekerja aktif memproses percakapan, ekspresi wajah, suasana sekitar, hingga respons emosional orang lain. Aktivitas tersebut membuat otak terus menerima stimulus dalam jumlah besar.

Akibatnya, setelah kegiatan sosial selesai, siswa membutuhkan waktu untuk memulihkan energi mentalnya. Banyak pelajar akhirnya memilih tidur, mendengarkan musik, bermain sendiri, atau mengurangi interaksi sementara waktu agar kembali merasa nyaman.

Selain itu, suasana ramai, kebisingan, hingga tekanan untuk selalu aktif saat nongkrong juga dapat menyebabkan overstimulasi pada sistem saraf. Kondisi ini membuat siswa merasa cepat lelah, mudah cemas, bahkan sulit berkonsentrasi setelah berkegiatan sosial.

Tidak Hanya Introvert, Semua Siswa Bisa Mengalaminya

Laman The Franker Message menjelaskan bahwa kondisi serupa juga dikenal dengan istilah introvert hangover, yaitu kelelahan fisik dan mental akibat terlalu banyak stimulasi sosial.

Beberapa siswa biasanya mengalami gejala seperti sakit kepala, sulit fokus, tubuh terasa lemas, suasana hati menurun, hingga keinginan kuat untuk menyendiri setelah menghadiri acara sosial atau berkumpul dalam waktu lama.

Tidak sedikit siswa yang sebenarnya menikmati kegiatan bersama teman, tetapi baru merasakan kelelahan beberapa jam atau bahkan keesokan harinya. Karena itu, banyak pelajar mengira dirinya “tidak kuat bersosialisasi”, padahal kondisi tersebut merupakan bentuk kelelahan sosial yang cukup umum terjadi.

Pentingnya Waktu Recharge bagi Pelajar

Baca Juga: Social Butterfly pada Siswa, Ini Ciri-Ciri dan Dampaknya dalam Kehidupan Sekolah

Para ahli menyarankan agar siswa memiliki waktu recharge setelah menjalani aktivitas sosial yang padat. Waktu istirahat ini penting untuk membantu otak dan emosi kembali stabil.

Beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan antara lain mengambil jeda sejenak dari keramaian, tidur cukup, membaca buku, mendengarkan musik, journaling, hingga menikmati waktu sendiri tanpa tekanan sosial. Selain itu, siswa juga perlu mulai mengenali batas energi sosial masing-masing. Tidak semua orang memiliki kapasitas yang sama dalam menghadapi keramaian atau interaksi sosial dalam waktu lama.

Editor : Aditya Novrian
#social hangover #kondisi #siswa #pelajar