BATU, RADAR BATU – Penggunaan gadget yang semakin intens di kalangan pelajar kini mulai memunculkan fenomena baru bernama overstimulated atau overstimulasi. Kondisi ini terjadi ketika otak menerima terlalu banyak rangsangan dalam waktu bersamaan, mulai dari suara, cahaya layar, notifikasi, hingga informasi digital yang terus muncul tanpa henti.
Fenomena ini mulai banyak dibahas karena dinilai dapat memengaruhi kesehatan mental, konsentrasi belajar, hingga kualitas istirahat siswa.
Apa Itu Overstimulated?
Dilansir dari laman Kosambi Maternal and Children Clinic (KMNC), overstimulasi adalah kondisi ketika sistem saraf menerima lebih banyak rangsangan dibanding kemampuan otak untuk memprosesnya. Paparan gadget yang berlebihan menjadi salah satu penyebab utama. Video dengan pergantian gambar cepat, notifikasi terus-menerus, suara dari media sosial, hingga aktivitas multitasking membuat otak bekerja tanpa jeda.
Akibatnya, pelajar bisa merasa cepat lelah secara mental meskipun tidak melakukan aktivitas fisik berat. Kondisi ini dapat memicu beberapa gejala seperti sulit fokus, mudah marah, gelisah, sulit tidur, hingga merasa cepat lelah saat belajar. Selain itu, overstimulasi juga dapat membuat siswa lebih sensitif terhadap suara, cahaya, atau situasi ramai karena otak sudah terlalu penuh menerima rangsangan.
Baca Juga: Duduk Terlalu Lama saat Belajar Bisa Membuat Tubuh Cepat Lelah, Ini Penyebabnya
Gadget Berlebihan Bisa Mengganggu Konsentrasi dan Emosi
KMNC menjelaskan bahwa overstimulasi tidak hanya berdampak pada emosi, tetapi juga kemampuan belajar. Paparan layar yang terlalu lama dapat membuat otak kesulitan memproses informasi dengan tenang. Akibatnya, pelajar lebih mudah terdistraksi dan sulit berkonsentrasi saat belajar.
Kurangnya waktu istirahat juga membuat sistem saraf bekerja terus-menerus tanpa kesempatan untuk “tenang”. Kondisi ini dapat menyebabkan kelelahan emosional hingga menurunkan kualitas tidur. Jika terjadi terus-menerus, overstimulasi juga dapat memengaruhi kemampuan sosial siswa karena mereka cenderung mudah lelah saat berinteraksi dengan banyak orang.
Tanda Pelajar Mulai Mengalami Overstimulasi Gadget dan Cara Mengatasinya
Dilansir dari laman Fimela, salah satu tanda kecanduan gadget adalah sulit berhenti menggunakan ponsel meskipun sudah dibatasi. Pelajar juga mulai kehilangan minat pada aktivitas lain seperti olahraga, membaca, atau bermain bersama teman karena lebih fokus pada layar gadget.
Selain itu, siswa yang mengalami ketergantungan gadget biasanya mudah marah atau kesal saat penggunaan ponsel dibatasi. Mereka juga cenderung terus memikirkan media sosial atau permainan digital sepanjang hari. Penggunaan gadget berlebihan bahkan dapat mengganggu pola tidur, aktivitas belajar, hingga hubungan sosial dengan keluarga maupun teman.
Baca Juga: Pentingnya Digital Detox Bagi Pelajar, Ini Manfaatnya
Untuk mengurangi risiko overstimulasi, pelajar dianjurkan mulai mengatur waktu penggunaan gadget dengan lebih bijak. Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan antara lain membatasi screen time, menyediakan waktu tanpa gadget sebelum tidur, hingga memperbanyak aktivitas offline seperti olahraga, membaca buku, atau berkegiatan di luar rumah.
Orang tua juga memiliki peran penting dalam membantu siswa menciptakan kebiasaan digital yang sehat, termasuk dengan membuat zona bebas gadget di rumah atau mengurangi penggunaan ponsel saat bersama keluarga.
Editor : Aditya Novrian