BATU, RADAR BATU – Banyak siswa mengaku merasa tidak punya waktu meski sebagian besar aktivitas dilakukan dari rumah. Tugas sekolah, organisasi, media sosial, hingga kegiatan pribadi sering membuat hari terasa cepat berlalu tanpa hasil yang maksimal.
Kondisi ini ternyata tidak selalu disebabkan jadwal yang terlalu padat, tetapi juga karena cara mengatur prioritas dan fokus yang kurang tepat.
Kurang Mengatur Prioritas Membuat Waktu Terasa Cepat Habis
Dilansir dari laman Ma’soem University, banyak pelajar sebenarnya memiliki waktu yang cukup dalam sehari, tetapi kesulitan menentukan mana aktivitas yang benar-benar penting. Perasaan sibuk sering kali dianggap sama dengan produktif. Padahal, sibuk belum tentu menghasilkan hal yang berarti.
Baca Juga: Sulit Fokus Ketika Melakukan Kegiatan Harian, Ini Upaya yang Dapat Dilakukan
Siswa yang tidak memiliki skala prioritas cenderung lebih mudah kewalahan karena mengerjakan banyak hal sekaligus. Akibatnya, tugas utama justru sering tertunda sementara waktu habis untuk aktivitas yang kurang penting.
Beberapa kebiasaan seperti sulit berkata tidak, terlalu banyak membuka media sosial, dan mudah terdistraksi juga membuat waktu terasa cepat habis tanpa disadari. Selain itu, banyak siswa merasa harus selalu aktif dan produktif setiap saat. Tekanan untuk terus terlihat sibuk membuat mereka sulit beristirahat dan akhirnya merasa kelelahan sendiri.
Distraksi Digital Membuat Fokus Mudah Terpecah
Dilansir dari RRI Bukittinggi, salah satu penyebab utama seseorang merasa tidak punya waktu adalah distraksi digital yang terjadi terus-menerus sepanjang hari. Notifikasi media sosial, pesan instan, video pendek, hingga kebiasaan scrolling membuat perhatian mudah teralihkan dalam waktu singkat namun berulang.
Gangguan kecil seperti membuka ponsel beberapa menit ternyata dapat mengurangi efektivitas belajar maupun bekerja. Akibatnya, tugas yang seharusnya selesai lebih cepat justru memakan waktu lebih lama.
Selain itu, budaya produktivitas di media sosial juga membuat banyak siswa merasa harus selalu melakukan sesuatu agar dianggap berhasil. Kondisi ini memicu stres karena siswa merasa pekerjaannya tidak pernah cukup. Kurangnya batasan antara waktu belajar, istirahat, dan bermain di rumah juga membuat aktivitas sehari-hari terasa tidak teratur.
Baca Juga: Jurusan Paling Diminati di Kampus Kota Malang Tahun Ini
Mengatur Fokus dan Waktu Istirahat Dinilai Penting
Untuk mengatasi perasaan tidak punya waktu, siswa dianjurkan mulai menentukan prioritas aktivitas setiap hari. Memilih dua atau tiga tugas utama dinilai dapat membantu fokus lebih terarah. Selain itu, membedakan tugas yang mendesak dan yang benar-benar penting juga dapat membantu mengurangi rasa kewalahan.
Mengurangi distraksi digital, seperti membatasi penggunaan media sosial saat belajar, juga menjadi langkah penting agar konsentrasi tidak mudah terganggu. Siswa juga dianjurkan tetap menyediakan waktu istirahat yang cukup. Istirahat dinilai bukan pemborosan waktu, melainkan cara menjaga energi agar tetap produktif.
Editor : Aditya Novrian