BATU, RADAR BATU – Gangguan tidur kini semakin sering dialami siswa dan remaja. Banyak pelajar tidur larut malam karena tugas sekolah, penggunaan media sosial, hingga aktivitas yang padat. Akibatnya, siswa menjadi mudah lelah, sulit berkonsentrasi, dan kurang fokus saat belajar di sekolah.
Kondisi ini dinilai perlu mendapat perhatian karena kurang tidur tidak hanya memengaruhi kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental dan prestasi akademik siswa.
Siswa dan Remaja Rentan Mengalami Kurang Tidur
Dilansir dari laman Child Mind Institute, sebagian besar remaja mengalami kekurangan waktu tidur kronis. Padahal, remaja membutuhkan sekitar 8–10 jam tidur setiap malam agar tubuh dan otak dapat berfungsi secara optimal.
Namun, banyak siswa hanya tidur sekitar 5–7 jam pada hari sekolah. Tugas akademik, kegiatan organisasi, penggunaan media sosial, hingga kebiasaan menunda pekerjaan membuat waktu tidur semakin berkurang.
Selain itu, perubahan biologis pada masa remaja juga memengaruhi pola tidur. Remaja cenderung lebih sulit mengantuk di malam hari karena perubahan ritme sirkadian atau jam biologis tubuh.
Baca Juga: Bahaya Self Diagnose di Kalangan Pelajar, Ini Upaya yang Dapat Dilakukan
Penggunaan gawai sebelum tidur juga menjadi salah satu penyebab utama gangguan tidur. Cahaya biru dari layar ponsel, laptop, atau tablet dapat menghambat produksi hormon melatonin yang membantu tubuh merasa mengantuk.
Dilansir dari laman Kementerian Kesehatan RI, stres dan emosi yang masih labil pada remaja turut memengaruhi kualitas tidur. Beban tugas, tekanan akademik, hingga masalah sosial membuat siswa lebih sulit tidur nyenyak.
Kurang Tidur Bisa Mengganggu Aktivitas Belajar
Gangguan tidur dapat memengaruhi kondisi fisik maupun mental siswa. Kurang tidur membuat siswa mudah mengantuk saat pelajaran, sulit berkonsentrasi, dan menurunkan daya ingat.
Selain itu, siswa yang mengalami kurang tidur juga cenderung lebih mudah marah, impulsif, serta mengalami perubahan suasana hati. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menurunkan motivasi belajar dan memengaruhi prestasi akademik.
Faktor lingkungan seperti suara bising, cahaya berlebihan, konsumsi kafein, hingga kebiasaan bermain gawai sebelum tidur juga dapat memperburuk kualitas tidur remaja.
Tidak sedikit siswa yang mencoba mengganti waktu tidur di akhir pekan dengan tidur lebih lama. Namun, kebiasaan tersebut justru dapat mengacaukan pola tidur dan membuat tubuh semakin sulit beradaptasi.
Baca Juga: Ini Alasan Kota Malang Jadi Kota Pelajar Paling Diminati di Jawa Timur
Pola Hidup Sehat Dinilai Membantu Menjaga Kualitas Tidur
Untuk mengurangi gangguan tidur, siswa dianjurkan mulai mengatur jadwal tidur secara teratur setiap hari. Membiasakan tidur dan bangun di jam yang sama dinilai dapat membantu tubuh membentuk pola tidur yang lebih sehat.
Mengurangi penggunaan gawai sebelum tidur juga menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas tidur. Siswa dianjurkan menghindari bermain media sosial atau menonton video terlalu lama pada malam hari.
Selain itu, melakukan aktivitas relaksasi seperti membaca buku ringan atau mandi air hangat sebelum tidur dinilai dapat membantu tubuh lebih rileks. Siswa juga dianjurkan mengurangi konsumsi kopi atau minuman berkafein pada malam hari karena dapat membuat tubuh tetap terjaga lebih lama.
Editor : Aditya Novrian