Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Pelajar Semakin Bergantung pada Gadget saat Belajar, Pengaturan Waktu Dinilai Penting

Choirun Nisa • Sabtu, 9 Mei 2026 | 10:00 WIB
Ilustrasi penggunaan gadget semakin intens dalam kehidupan (Sumber: The Future of Privacy Forum)
Ilustrasi penggunaan gadget semakin intens dalam kehidupan (Sumber: The Future of Privacy Forum)

BATU, RADAR BATU – Penggunaan gadget dalam kegiatan belajar semakin umum ditemui di kalangan pelajar. Smartphone, tablet, hingga laptop kini menjadi bagian dari proses pembelajaran, mulai dari mencari materi hingga mengikuti kelas daring. Namun, penggunaan yang berlebihan dinilai dapat memengaruhi konsentrasi dan efektivitas belajar siswa.

Gadget Membantu Belajar, tetapi Mudah Menjadi Sumber Distraksi
Dilansir dari laman Daarut Tauhiid, perkembangan teknologi digital membuat gadget menjadi sarana penting dalam pendidikan. Berbagai aplikasi pembelajaran, video edukasi, hingga platform e-learning dinilai membantu siswa belajar lebih interaktif dan mudah mengakses informasi.

Meski demikian, penggunaan gadget yang tidak terkontrol justru dapat menjadi gangguan selama belajar. Notifikasi media sosial, permainan daring, hingga hiburan digital membuat siswa mudah terdistraksi saat sedang mengerjakan tugas atau memahami materi.

Baca Juga: Media Sosial Dinilai Memengaruhi Kepercayaan Diri Pelajar, Ini Cara Menggunakannya Secara Sehat

Survei Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bahkan menunjukkan rata-rata anak dan remaja di Indonesia menghabiskan lebih dari enam jam sehari di depan layar. Sebagian besar waktu tersebut digunakan untuk hiburan dibanding aktivitas belajar.

Sementara itu, laman Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga menyebut ketergantungan gadget atau problematic smartphone use kini menjadi perhatian karena penggunaan yang berlebihan dapat mengganggu rutinitas dan fungsi sosial pelajar.

Konsentrasi Menurun hingga Gangguan Tidur Mulai Ditemui
Penggunaan gadget secara berlebihan dinilai berdampak pada kemampuan fokus siswa. Otak yang terus menerima rangsangan cepat dari notifikasi maupun konten digital membuat siswa terbiasa berpindah perhatian dalam waktu singkat.

Akibatnya, siswa lebih mudah bosan, sulit berkonsentrasi saat belajar, dan cenderung menunda tugas akademik. Kebiasaan membuka media sosial atau bermain gim di sela belajar juga dapat memicu prokrastinasi dan menurunkan produktivitas.

Selain itu, paparan layar gadget hingga larut malam dapat mengganggu pola tidur. Cahaya biru dari layar dinilai memengaruhi produksi hormon melatonin sehingga siswa lebih sulit beristirahat dengan cukup. Kondisi ini berdampak pada kelelahan mental, penurunan daya ingat, dan berkurangnya fokus saat mengikuti pelajaran.

Dari sisi sosial, penggunaan gadget yang berlebihan juga dinilai mengurangi interaksi tatap muka antarsiswa. Pelajar menjadi lebih individualistis dan kurang aktif dalam komunikasi langsung maupun kerja kelompok.

Baca Juga: Kurangnya Manajemen Waktu Ditemui pada Siswa, Ini Dampaknya pada Prestasi

Pentingnya Pengaturan Waktu dan Literasi Digital
Untuk mengurangi dampak negatif penggunaan gadget, pengaturan waktu dinilai menjadi langkah penting. Orang tua dan sekolah dapat membantu menetapkan batas penggunaan gadget di luar kebutuhan belajar agar siswa tetap memiliki waktu istirahat dan interaksi sosial.

Sekolah juga didorong memanfaatkan teknologi secara lebih terarah, seperti melalui platform pembelajaran digital, kuis interaktif, maupun diskusi daring yang mendukung kegiatan akademik.

Selain itu, siswa perlu dibekali literasi digital agar memahami penggunaan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab. Kesadaran untuk membedakan waktu belajar dan hiburan dinilai penting agar gadget tetap menjadi alat bantu pendidikan, bukan sumber gangguan.

Peran guru dan orang tua juga dinilai berpengaruh dalam memberi contoh penggunaan gadget yang bijak. Dengan pengawasan dan pengelolaan yang tepat, teknologi dinilai tetap dapat mendukung proses belajar tanpa mengurangi konsentrasi maupun kesehatan mental pelajar.

Editor : Aditya Novrian
#gadged #pengaturan waktu #belajar #pelajar #Ketergantungan