BATU, RADAR BATU – Sistem kebut semalam (SKS) masih menjadi kebiasaan yang sering dilakukan pelajar dan mahasiswa menjelang ujian maupun tenggat tugas. Meski dianggap praktis karena materi terasa lebih segar saat ujian, metode belajar ini dinilai kurang efektif untuk pemahaman jangka panjang.
SKS Dipicu Kebiasaan Menunda dan Manajemen Waktu Buruk
Dilansir dari laman Telkom University, sistem kebut semalam merupakan metode belajar intensif dalam satu malam sebelum ujian atau batas pengumpulan tugas. Kebiasaan ini umumnya muncul karena kurangnya persiapan serta manajemen waktu yang tidak teratur.
Banyak pelajar memilih belajar mendadak karena merasa masih memiliki banyak waktu hingga akhirnya tugas atau ujian mendekati tenggat. Selain itu, sebagian siswa juga menganggap metode SKS membuat materi lebih cepat dihafal karena baru dipelajari menjelang ujian.
Namun, materi yang dipelajari secara terburu-buru cenderung hanya tersimpan dalam ingatan jangka pendek dan mudah dilupakan setelah ujian selesai.
Baca Juga: Siswa Mudah Terdistraksi di Kelas, Ini Faktor dan Cara Mengatasinya
Sementara itu, Halodoc menyebutkan bahwa sistem kebut semalam juga sering dipicu kebiasaan menunda pekerjaan atau prokrastinasi. Akibatnya, siswa harus mempelajari banyak materi sekaligus dalam waktu singkat dengan kondisi tubuh yang kurang ideal.
Pemahaman Materi Menjadi Dangkal dan Tubuh Mudah Lelah
Kebiasaan belajar semalam suntuk dapat memberikan berbagai dampak negatif, baik bagi kesehatan maupun efektivitas belajar. Kurangnya waktu tidur membuat konsentrasi menurun, tubuh mudah lelah, serta kemampuan berpikir menjadi kurang optimal saat ujian berlangsung.
Selain itu, metode belajar yang terburu-buru membuat siswa lebih fokus pada hafalan dibanding memahami konsep secara mendalam. Kondisi ini menyebabkan pemahaman materi menjadi dangkal dan informasi lebih cepat terlupakan. Tekanan waktu yang sempit juga dapat memicu stres dan kecemasan. Jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan ini berisiko memengaruhi kesehatan fisik maupun mental pelajar.
Baca Juga: Kecemasan Menghadapi Ujian Masih Dialami Siswa, Ini Cara Mengelolanya
Belajar Bertahap Dinilai Lebih Efektif
Untuk menghindari kebiasaan SKS, pelajar dianjurkan mulai mempersiapkan materi sejak jauh hari. Belajar secara bertahap selama 30–60 menit setiap hari dinilai lebih efektif dibanding mempelajari seluruh materi dalam satu malam.
Selain itu, siswa dianjurkan fokus memahami konsep materi daripada sekadar menghafal. Membuat rangkuman, mengatur jadwal belajar, hingga menggunakan teknik belajar seperti metode pomodoro juga dapat membantu meningkatkan fokus. Metode spaced learning atau belajar bertahap juga dinilai lebih efektif karena memberi jeda waktu bagi otak untuk memproses dan mengingat informasi dalam jangka panjang. Lingkungan belajar yang nyaman, kondisi fisik yang cukup istirahat, serta pengelolaan waktu yang baik menjadi faktor penting agar proses belajar lebih optimal dan tidak menimbulkan tekanan berlebihan.
Editor : Aditya Novrian