BATU, RADAR BATU - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batu mempercepat program sertifikasi guru madrasah untuk mengejar target nasional 2026. Sebanyak 311 guru ditargetkan tuntas mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) tahun ini.
Langkah akselerasi sebenarnya telah dimulai sejak 2025. Sepanjang tahun lalu, Kemenag Kota Batu telah memberangkatkan 179 guru dalam empat gelombang PPG.
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Batu, Siti Nur Jamilah, merinci pelaksanaan tersebut dilakukan bertahap, mulai dari 55 peserta pada gelombang pertama hingga peserta terbatas di gelombang akhir.
Meski demikian, jumlah tersebut belum cukup menutup kekurangan. Tahun ini, seluruh sisa guru ditargetkan terserap.
Baca Juga: Pupuk Bawang Cafe & Dining Jadi Spot Favorit Ngedate dengan Pemandangan Menawan
“Target utamanya semua guru yang belum sertifikasi bisa ikut PPG tahun ini,” tegasnya.
Namun, pelaksanaan program masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat. Meski belum terbit, kriteria peserta diperkirakan tidak jauh berubah.
Baca Juga: Harga Kambing di Kota Batu Masih Rendah Jelang Iduladha
Syarat utama meliputi status aktif di sistem Kemenag, lulusan minimal S-1 atau D-IV linear, belum pensiun, serta sehat jasmani.
Selain itu, seleksi juga mempertimbangkan skala prioritas, seperti guru disabilitas, pengajar SLB, serta wilayah 3T. Masa kerja dan usia juga menjadi faktor penentu.
Target ini sejalan dengan kebijakan nasional. Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, menegaskan seluruh guru madrasah di Indonesia harus bersertifikat pada 2026.
Secara nasional, sebanyak 344 ribu guru masih dalam proses sertifikasi. Jika target di Kota Batu tercapai, kualitas pendidikan madrasah di daerah ini diproyeksikan meningkat signifikan.
Editor : Fajar Andre Setiawan