Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Siswa Mengalami Kesulitan dalam Mengekspresikan Emosi, Ini Upaya Penanganannya

Choirun Nisa • Senin, 4 Mei 2026 | 21:30 WIB
terapi emosi anak melalui sensorik (sumber: The TamTam Therapy Centre)
terapi emosi anak melalui sensorik (sumber: The TamTam Therapy Centre)

BATU, RADAR BATU – Kesulitan dalam mengekspresikan emosi menjadi salah satu kondisi yang kerap dialami siswa, khususnya pada masa remaja yang masih dalam tahap pencarian jati diri. Kondisi ini sering ditandai dengan perubahan suasana hati, kecenderungan menarik diri, hingga kesulitan mengungkapkan perasaan secara terbuka.

Berdasarkan informasi dari laman Alodokter, perubahan emosi pada remaja merupakan hal yang wajar sebagai respons terhadap berbagai pengalaman sehari-hari, seperti masalah pertemanan, kegagalan, atau situasi yang tidak sesuai harapan. Tidak semua remaja mampu mengekspresikan emosinya dengan mudah, karena dipengaruhi oleh kepribadian, lingkungan, dan kondisi sosial.

Baca Juga: Siswa Menghadapi Tekanan Akademik, Ini Upaya Penanganannya

Dalam beberapa kasus, siswa dapat mengalami kondisi sulit mengekspresikan emosi dalam bentuk lebih serius jika tidak dikelola dengan baik. Namun, tidak semua kondisi tersebut mengarah pada gangguan psikologis seperti depresi. Depresi sendiri merupakan kondisi yang ditandai dengan perasaan sedih mendalam, hilangnya motivasi, hingga gangguan dalam aktivitas sehari-hari yang berlangsung dalam jangka waktu tertentu.

Sementara itu, kesulitan mengekspresikan emosi yang masih tergolong normal dapat muncul dalam bentuk perubahan perilaku, seperti lebih banyak menyendiri atau tidak selalu aktif bersosialisasi. Kondisi ini masih dianggap bagian dari proses perkembangan emosi remaja.

Baca Juga: Pentingnya Edukasi Seksual bagi Remaja di Lingkungan Pendidikan

Untuk membantu mengatasi kondisi tersebut, beberapa upaya dapat dilakukan oleh siswa. Aktivitas positif seperti berolahraga, mengikuti kegiatan sosial, atau menekuni hobi dapat membantu menjaga keseimbangan emosi. Selain itu, menjaga pola makan sehat, istirahat cukup, serta mengurangi paparan lingkungan negatif juga menjadi langkah penting.

Dukungan dari lingkungan sekitar turut berperan dalam membantu siswa lebih terbuka terhadap emosinya. Berbicara dengan keluarga atau orang terdekat dapat menjadi salah satu cara untuk meringankan beban pikiran.

Baca Juga: Literasi Digital Menjadi Keterampilan Penting bagi Siswa di Era Saat Ini

Jika kondisi dirasa mengganggu aktivitas sehari-hari, siswa disarankan untuk mencari bantuan profesional seperti psikolog atau tenaga kesehatan jiwa. Pendampingan yang tepat diharapkan dapat membantu siswa memahami dan mengelola emosinya dengan lebih baik.

Editor : Aditya Novrian
#penanganan #ekspresi #kesulitan #emosi #siswa