Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Anggaran Pendidikan Susut Rp 18,6 M Tahun Depan Gaji dan Insentif Guru Honorer serta Bosda Dipastikan Tetap

A. Nugroho • Minggu, 7 Desember 2025 | 19:44 WIB
Gaji dan insentif guru honorer.
Gaji dan insentif guru honorer.

BATU - Sektor pendidikan di Kota Batu akan kembali menghadapi tantangan anggaran tahun depan. Pemerintah Kota (Pemkot) Batu resmi memangkas dana operasional pendidikan dalam APBD 2026 sebesar Rp18,6 miliar. Tahun ini, anggaran pendidikan mencapai Rp246 miliar. Artinya, tahun depan anggarannya tinggal Rp Rp227,4 miliar saja.

 

Penyusutan anggaran tersebut masih tak lepas dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2025. Kebijakan tersebut membuat Pemkot Batu melakukan pemangkasan anggaran untuk berbagai sektor.

 

Termasuk di sektor pendidikan. Namun, tahun depan bakal menjadi anggaran paling anjlok sepanjang tiga tahun terakhir di sektor pendidikan (selengkapnya baca grafis). Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batu M Chori mengatakan alokasi anggaran pendidikan memang menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.

 

Apalagi dengan terpangkasnya dana transfer pusat ke daerah sebesar Rp168,8 miliar tahun depan, otomatis porsi anggaran pendidikan dalam APBD 2026 juga ikut berkurang. Chori mengaku sedang mengatur strategi untuk memetakan ulang komposisi anggaran pendidikan. Khususnya yang berkaitan dengan kebutuhan belanja wajib untuk operasional sekolah.

 

Sebagai contoh, gaji guru, insentif guru honorer, insentif guru keagamaan itu akan tetap menjadi prioritas anggaran. Chori memastikan porsi anggaran untuk itu akan tetap alias tidak berubah. Sebab, hal itu berkaitan dengan kewajiban pemerintah menjamin kesejahteraan guru. Selain itu, anggaran Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) juga dipertahankan.

 

Meski saat ini tidak berupa uang, bantuan tersebut sangat diperlukan sekolah. Misalnya dalam memenuhi gaji guru ekstrakurikuler hingga alat tulis kantor (ATK). “Apalagi saat ini kami juga punya program baru seribu sarjana, alokasinya sudah ditetapkan dan tidak akan dikurangi,” katanya.

 

Selain itu, kegiatan bersifat seremonial juga bakal terdampak. Dirinya menyebut akan memilah lagi kegiatan-kegiatan pada hari besar pendidikan yang memerlukan perayaan. Seperti Hardiknas, Hari Guru Nasional (HGN), Hari PGRI, Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Olimpiade Sains Nasional (OSN) akan tetap dilakukan.

 

Seperti efisiensi yang telah diterapkan tahun ini, kegiatan tersebut langsung diselenggarakan di tingkat kota alias tidak digelar di tingkat gugus atau kecamatan. “Artinya, kami gunakan skema penurunan kuantitas dengan skala yang lebih kecil,” papar mantan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) itu.

 

Chori mengatakan turunnya anggaran pendidikan kemungkinan besar akan berpengaruh pada rehabilitasi fisik sekolah rusak. Apalagi Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik sudah tidak lagi disalurkan. Dirinya akan mengandalkan anggaran pendidikan untuk mengkover keperluan renovasi sekolah secara penuh.

 

“Karena anggarannya berkurang, kami harus jeli memverifikasi bantuan rehabilitasi,” imbuh dia. Sekolah dengan kerusakan paling berat akan dianggap memiliki urgensi yang tinggi untuk segera diperbaiki. Seperti, atap yang sudah rusak berat, plafon jebol, hingga konstruksi bangunan melemah.

 

Hal itu tentu membahayakan siswa apabila tidak kunjung diperbaiki. Meski begitu, Chori mengaku pemilahan anggaran memerlukan kajian yang cukup matang. Sebab, kalender pendidikan juga sudah dirumuskan satu tahun sebelum penetapan anggaran. Dirinya berharap, seiring berjalannya waktu anggaran pendidikan bisa ikut bertambah.

 

Misalnya melalui Perubahan APBD 2026 mendatang. Dengan begitu, kekurangan anggaran dalam menjalankan program bisa mendapat tambahan. “Saya kira seluruh program memberikan dampak positif dalam memajukan pendidikan, jadi sangat disayangkan kalau terus berkurang,” pungkas pejabat eselon IIB Pemkot Batu itu. (ori/dre)

Editor : A. Nugroho
#guru #Guru honorer