Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Kota Batu Kembangkan E-Learning untuk Digitalisasi Pendidikan

Fajar Andre Setiawan • Kamis, 23 Oktober 2025 | 18:02 WIB
ilustrasi
ilustrasi

BATU - Pembelajaran di SMP Negeri 1 Batu (Nesaba) sudah memanfaatkan teknologi digital secara masif. Terutama untuk penerapan e-learning. Bahkan digitalisasi pendidikan di sana sudah dimulai sejak 2019 silam dan berkembang pesat ketika pandemi Covid-19 pada 2020.

Kepala SMP Negeri 1 Batu Tatik Ismiati mengaku bekerja sama dengan para guru untuk membuat inovasi video pembelajaran. Dari situlah, SMP Negeri 1 Batu mendapat apresiasi dari Kemendikdasmen RI untuk kategori belajar dari rumah dalam bentuk video.

Digitalisasi pendidikan terus dikembangkan melalui Learning Management System (LMS) Nesaba Sistem Aplikasi Pembelajaran Elektronik (Siapel). Aplikasi itu dimanfaatkan untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dan Pembelajaran Mendalam (PM).

Mulai dari praktik pedagogik, lingkungan pembelajaran, kemitraan, dan pemanfaatan Information Technology (IT). “Digitalisasi kami manfaatkan untuk asesmen pembelajaran baik sumatif maupun formatif. Meski sifatnya opsional bergantung keinginan guru,” imbuhnya.

Digitalisasi pendidikan juga diterapkan dalam pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA). Digitalisasi tak hanya digunakan pendukung pembelajaran saja. Namun, juga digunakan untuk kegiatan lain seperti pemilihan ketua OSIS secara digital.

Perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Negeri Kota Batu itu menambahkan LMS tidak hanya digunakan untuk siswa. Melainkan juga dipakai para guru untuk diklat dan pelatihan.

Salah satu contohnya yakni In House Training (IHT) PM baik secara sinkronus maupun asinkronus. “Dalam LMS tersebut seluruh bahan pembelajaran dapat langsung diakses guru. Mulai segi materi, langkah pembelajaran, hingga asesmen,” ujarnya.

Selanjutnya, guru akan mengimplementasikannya di dalam kelas berbasis digital. Tatik mengaku juga menjalin kemitraan dengan guru seni budaya untuk mengemas tampilan pembelajaran yang menarik dan mengesankan bagi siswa.

Dia menyebut proses digitalisasi pendidikan di SMPN 1 Batu didukung sejumlah bantuan dari pemerintah. “Di antaranya smart TV sebagai bentuk apresiasi sekolah penggerak dan studio podcast,” beber wanita asli Kota Batu itu.

Siswa juga memanfaatkan smartphone pribadi untuk proses pembelajaran. Kendati ada beberapa kendala dalam penerapannya. Misalnya, gawai yang tidak suport untuk pembelajaran. Beruntung sekolah memilik gawaiu cadangan yang bisa digunakan siswa.

“Dalam waktu dekat, kami juga akan menerima Interactive Flat Panel (IFP) dari Kemendikdasmen RI. Tentu itu akan sangat membatu kami dalam mengelola dan mengembangkan digitalisasi pendidikan di sekolah,” tandas dia. (ori/dre)

Editor : A. Nugroho
#it #IFP #LMS #pm