Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Penuntasan Guru Belum Sarjana Pakai Dua Skema, Pemkot Batu Target Selesai secara Bertahap Tahun Depan

Fajar Andre Setiawan • Senin, 20 Oktober 2025 | 16:26 WIB
Opsi Beasiswa untuk Guru Belum Sarjana.
Opsi Beasiswa untuk Guru Belum Sarjana.

BATU - Sebanyak 279 guru dipastikan bakal kembali ke bangku perguruan tinggi tahun depan. Sebab, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu terus mendorong guru yang belum menempuh S1 untuk segera mengejar gelar sarjana. Ada dua skema beasiswa yang bisa diakses. Yakni beasiswa dari Kemendikdasmen RI dan beasiswa seribu sarjana.

Beasiswa S1 untuk guru yang belum sarjana dari Kemendikdasmen RI itu disampaikan Abdul Mu’ti, sang menteri dalam kunjungannya ke Kota Batu pada 9 Oktober lalu. Dia mengaku sudah membuka 12.500 kuota beasiswa S1 untuk guru-guru yang belum sarjana. Bahkan tahun depan kuotanya akan meningkat jadi 150.000 guru.

Kendati begitu, beasiswa yang diberikan tidak berupa gratis Uang Kuliah Tunggal (UKT). Namun, sifatnya subsidi. Penerima beasiswa akan mendapat bantuan UKT sebesar Rp 3 juta per semester. “Kami ingin meningkatkan kualitas guru sebagai ujung tombak penggerak pendidikan,” tuturnya saat itu.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batu M. Chori mengatakan ada empat guru yang sudah masuk tahap verifikasi dalam program beasiswa S1 dari Kemendikdasmen RI tersebut. Yakni dua guru dari TK Mardisiwi 2, satu guru dari SD Negeri Torongrejo 2, dan satu guru dari TK ABA 05. Proses seleksi masih berjalan hingga kemarin (19/10).

Chori mengaku masih melakukan pendataan dan pemetaan guru-guru yang belum sarjana. Sehingga, penuntasannya bisa dibagi melalui dua skema yang ada. Yakni beasiswa dari Kemendikdasmen RI dan beasiswa program seribu sarjana dari Pemkot Batu. Itu juga berkaitan dengan target penuntasan guru belum sarjana pada tahun depan.

“Targetnya tahun depan kita tuntaskan secara bertahap,” ungkapnya. Kualifikasi utama penerima beasiswa baik yang berasal dari Kemendikdasmen RI maupun Pemkot Batu yakni guru non-ASN. Dua program beasiswa itu bisa diakses guru dari sekolah negeri dan swasta. Lebih lanjut, Chori menegaskan beasiswa seribu sarjana punya benefit lebih baik.

Pasalnya, penerima beasiswa akan memeroleh gratis biaya UKT. Berbeda dengan beasiswa dari Kemendikdasmen RI yang sifatnya hanya subsidi saja. Kendati begitu, guru-guru yang memeroleh beasiswa tidak bisa mendapatkan izin belajar sepenuhnya. Alias harus tetap aktif mengajar di kelas. Itulah mengapa penerima beasiswa didorong mengikuti kelas daring.

Pihaknya menyampaikan sejumlah kampus mitra sudah banyak yang menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh atau online. Sehingga, kesempatan itu bisa dimanfaatkan guru-guru untuk bisa lanjut kuliah tanpa harus meninggalkan kewajiban mengajar. “Guru-guru yang belum sarjana bisa mendaftar beasiswa seribu sarjana melalui jalur afirmasi,” tegasnya.

Persyaratan lainnya di antaranya tidak memilik kampus di luar mitra Pemkot Batu dan memiliki Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebagai guru non-ASN yang diterbitkan sekolah atau pemerintah daerah. Mantan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) itu optimistis bisa memenuhi target penuntasan guru belum sarjana pada 2026 mendatang.

Lebih lanjut, Wali Kota Batu Nurochman menyebut jalur afirmasi dalam program beasiswa seribu sarjana menjadi langkah konkret yang menjadi bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan guru. Untuk itu dirinya meminta guru yang menerima beasiswa baik dari Kemendikdasmen RI maupun Pemkot Batu berkomitmen menempuh studi sebaik-baiknya.

Mereka memiliki kewajiban menjaga nama baik Kota Batu selama menempuh studi. Termasuk tidak melakukan tindakan pelanggaran yang mencoreng nama instansi. Pascalulus mereka juga harus berkontribusi memajukan daerah. Pria yang akrab disapa Cak Nur itu berharap pemenuhan hak guru dalam peningkatan kompetensi bisa terus dilakukan.

Sebab, kesempatan belajar lagi akan memberikan peluang bagi wawasan untuk berkembang lebih luas. “Tentu kualitas dan kompetensi guru menjadi andil penting dalam memajukan pendidikan di Kota Batu,” pungkasnya. (ori/dre)

Editor : A. Nugroho
#disdik kota batu #BKAD #pemkot batu #ukt #sarjana