BATU - Sebanyak 213 pendaftar program beasiswa seribu sarjana telah dinyatakan lolos verifikasi. Mereka resmi dinyatakan sebagai awardee setelah bersaing dengan 284 pelamar lainnya. Ada 63 awarde yang nantinya tak hanya mendapatkan gratis biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) di kampus mitra Pemerintah Kota (Pemkot) Batu saja.
Melainkan juga mendapatkan uang saku sebesar Rp 250 ribu per bulan. Dana tambahan tersebut akan disalurkan melalui rekening pribadi penerima masing-masing. Mahasiswa yang menerima uang saku hanya mereka yang berasal dari keluarga prasejahtera. Untuk penerima beasiswa kategori prestasi, mereka tetap akan menerima gratis biaya UKT saja.
Ya, penerima beasiswa dibedakan menjadi dua kategori yakni kategori prestasi dan afirmasi. Wali Kota Batu Nurochman menegaskan tahun ini penerima beasiswa yang direkrut bukan fresh graduate dari SMA/SMK/MA/Sederajat. Melainkan mahasiswa aktif di kampus mitra Pemkot Batu yang sudah menempuh semester satu. Dia menjelaskan kategori prestasi dibagi lagi menjadi dua yakni akademik dan nonakademik.
Untuk kategori prestasi akademik, seleksinya bakal berbasis nilai rapor saat SMA dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Minimal IPK pelamar yakni 3,25 dari skala 4 dibuktikan dengan Kartu Hasil Studi (KHS) semester satu. Sementara, untuk kategori prestasi nonakademik seleksinya berbasis prestasi juara lomba berjenjang minimal tingkat provinsi.
Sedangkan, untuk kategori afirmasi dibagi menjadi lima yakni keluarga prasejahtera, disabilitas, hafiz Alquran minimal 10 juz, serta guru non-ASN dan perangkat desa yang belum sarjana. “Kalau untuk pelamar dari keluarga prasejahtera diprioritaskan yang berada di desil 1 dan 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN),” ujarnya.
Meski memiliki lima sub kategori, pria yang akrab disapa Cak Nur itu menegaskan uang saku hanya diberikan kepada penerima dari kategori prasejahtera saja. Pihaknya menyampaikan dua tahapan seleksi yang harus dilalui pelamar beasiswa seribu sarjana. Di antaranya seleksi administrasi dan seleksi visitasi.
Seleksi administrasi akan melihat kelayakan penerima beasiswa dari berkas persyaratan. Sedangkan, seleksi visitasi untuk memastikan kondisi rumah dan ekonomi keluarga calon penerima beasiswa. Cak Nur menyampaikan sebelumnya ada 218 dari 284 pelamar beasiswa yang dinyatakan lolos seleksi administrasi.
Sayangnya, 66 pelamar dinyatakan tidak lolos karena berbagai faktor. Di antaranya lantaran tidak memenuhi kriteria sebagai calon penerima beasiswa, prestasi lomba yang hanya tingkat kota, bahkan beberapa kedapatan telah menerima beasiswa dari program lain.
“Saat ini proses seleksi visitasi masih bergulir,” imbuhnya. Mantan Wakil Ketua DPRD itu menyampaikan bila jumlah calon penerima beasiswa akan bertambah. Sebab, beberapa atlet Kota Batu yang meraih medali emas dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jatim 2025 lalu juga akan mendapat jatah beasiswa tersebut.
Pada 17 September lalu diumumkan ada 33 atlet berprestasi yang berhasil menyabet medali emas. Namun, tidak semua akan mendapatkan jatah golden ticket beasiswa seribu sarjana tahun ini juga. Sebab, ada atlet yang masih duduk dibangku sekolah dasar. “Saat ini kami masih verval data untuk update jumlahnya,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu M. Chori mengatakan jumlah perguruan yang digandeng sebagai mitra terus bertambah. Saat ini sudah ada 17 kampus di Jawa Timur yang menjadi mitra Pemkot Batu. Seperti Universitas Brawijaya (UB), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dan Universitas Negeri Malang (UM).
Selain itu, ada juga Universitas Terbuka (UT) Malang, dan Universitas Merdeka (Unmer) Malang, Universitas Widya Karya (UWK), Universitas Ma Chung, Politeknik Sahid, dan Universitas Dr. Soetomo Surabaya. Namun, sasaran jurusan yang bisa diberikan beasiswa tetap sama. Yakni khusus jurusan pariwisata, pertanian, teknik, dan vokasi saja.
“Penerima beasiswa program seribu sarjana harus bersungguh-sungguh dalam menempuh studi,” jelasnya. Sebab, mereka nantinya akan dibebankan tanggung jawab berkontribusi terhadap pencarian solusi berbagai permasalahan yang ada di Kota Batu. Seperti anomali antara sektor pariwisata, pertanian, dan pengembangan ekonomi kreatif (ekraf). (ori/dre)
Editor : A. Nugroho