BATU - Sebanyak 13 SMA dan 12 SMK baik negeri maupun swasta se-Kota Batu siap mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang akan digelar 3-6 November mendatang. Total 25 sekolah tersebut telah menyelesaikan pendaftaran yang sudah ditutup pada 5 Oktober lalu. Ada 1.312 siswa SMK dan 1.363 siswa SMA yang akan mengikuti tes itu.
Kasi SMA dan PKLPK Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jawa Timur Wilayah Kota Malang dan Kota Batu M Asrofi menjelaskan antusiasme siswa cukup tinggi. Sebab, semua sekolah di Kota Batu mendaftar untuk mengikuti TKA. Mengingat hasil TKA diperlukan untuk masuk perguruan tinggi melalui Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP).
“Total ada 2.675 siswa yang mengikuti TKA tahun ini,” tegasnya. Nilai TKA akan menjadi validator nilai rapor dan termasuk salah satu komponen aspek yang dipertimbangkan dalam SNBP masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Itu sekaligus menjawab keluhan terkait dugaan manipulasi nilai rapor sebelum diunggah ke Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).
Dengan begitu, siswa eligible yang ingin mendaftar ke PTN lewat SNBP, mau tidak mau harus mengikuti TKA. Kendati TKA bersifat opsional. Alias boleh diikuti dan boleh tidak. Pihak sekolah, wali siswa, dan murid punya hak penuh untuk memutuskan. “Kami tetap sosialisasikan dan mendorong agar sekolah mengikuti TKA meski tidak wajib,” ujarnya.
Terpisah, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Negeri Kota Batu Kolikul Huda memastikan seluruh siswa mendaftar untuk TKA. Mayoritas sekolah juga sudah mampu menyelenggarakan TKA secara mandiri. “Hanya ada satu yang menumpang yakni SMKS Bhineka Tunggal Ika Indonesia,” jelasnya.
Sekolah yang menumpang untuk mengikuti TKS itu lantaran belum memiliki sarana berupa komputer dan jaringan internet yang memadai. Ditambah jumlah siswanya yang relatif sedikit yakni hanya enam anak saja. “Di SMKS 17 Agustus Kota Batu juga hanya tiga siswa tetapi mereka menyelenggarakan sendiri,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua MKKS SMA Negeri Kota Batu Anto Dwi Cahyono menambahkan ada tiga SMA yang menumpang dalam pelaksanaan TKA. Ketiga sekolah tersebut merupakan lembaga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) alias lembaga nonformal. “Ketiganya akan menumpang di sekolah kami (SMAN 1 Batu),” paparnya.
Anto mengaku sedang melakukan persiapan perangkat tes. Selain itu, juga terus memotivasi siswa dalam pembelajaran. Misalnya mengadakan latihan soal dan mengulas materi yang akan diujikan. Ada lima mata pelajaran (mapel) yang akan diujikan dalam TKA. Terdiri atas tiga mapel wajib meliputi Matematika, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dan dua mapel pilihan sesuai dengan peminatan siswa (IPA atau IPS). (ori/dre)
Editor : A. Nugroho