Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

23 Madrasah di Kota Batu Tunggu Penyaluran BOS

Fajar Andre Setiawan • Rabu, 30 Juli 2025 | 16:15 WIB

 

TUNGGU BANTUAN: MI Miftahul Ulum di Jalan Agus Salim, Kelurahan Sisir merupakan salah satu madrasah penerima dan BOS.
TUNGGU BANTUAN: MI Miftahul Ulum di Jalan Agus Salim, Kelurahan Sisir merupakan salah satu madrasah penerima dan BOS.

BATU - Sebanyak 23 madrasah di Kota Batu harus bersabar. Sebab, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) semester dua tahun ini tak kunjung dicairkan. Hingga kemarin (29/7), belum ada tanda-tanda bantuan rutin dari Kementerian Agama (Kemenag) RI itu mengalir ke rekening sekolah.

Untuk diketahui, pengajuan BOS semester dua sudah ditutup sejak 5 Juli lalu. Kemenag RI telah menyediakan anggaran senilai Rp 1,79 triliun untuk BOS dan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP). Penyaluran bantuan tersebut akan dilakukan bertahap sesuai kelengkapan dokumen.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Batu Jamilah mengatakan penyaluran BOS semester dua masih dalam proses. Sebab, dia baru menyetorkan kelengkapan administrasi dan permohonan pencairan mendekati deadline. “Kami baru setor berkas pengajuan pada 3 Juli lalu, sekarang tentu masih dalam antrean,” paparnya.

Jamilah menyebut, pencairan dana BOS idealnya akan diproses dalam kurun waktu 1-2 bulan setelah pengajuan. Penyalurannya langsung melalui rekening masing-masing lembaga. Besaran dana BOS yang digelontorkan berbeda-beda. Bergantung banyak atau sedikitnya jumlah siswa.

Itu diatur dalam Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 2067 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Bantuan Operasional Penyelenggaraan Raudhatul Athfal dan Bantuan Operasional Sekolah Pada Madrasah. Untuk jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), jatah per siswanya sebesar Rp 900 ribu per tahun atau Rp 450 ribu per semester.

Sementara, jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) jatah per siswanya sebesar Rp 1,1 juta per per tahun atau Rp 550 ribu per semester. “Sehingga besaran bantuan yang diterima tiap sekolah akan berbeda-beda bergantung jumlah siswanya,” tegasnya.

Menurut data Education Management Information System (EMIS), jumlah siswa MI di Kota Batu mencapai 4.075 siswa. Sehingga, kalkulasi pencairan per semester mencapai Rp 1,8 miliar. Sedangkan, jumlah siswa MTs sebanyak 2.050 siswa. Artinya, kalkulasi pencairannya mencapai Rp 1,1 miliar. Jika ditotal, pencairannya mencapai Rp 2,9 miliar per semester.

Jamilah menambahkan, dana BOS tersebut digunakan untuk mendukung operasional pendidikan dan meningkatkan kualitas layanan belajar mengajar. Seperti membeli alat tulis, buku, alat praktikum, hingga perawatan sarana dan prasarana. “Bisa juga digunakan untuk membayar honor Guru Tidak Tetap (GTT) dan tenaga kependidikan non-PNS,” pungkasnya. (ori/dre)

Editor : A. Nugroho
#kemenag #madrasah #kota batu #bantuan operasional sekolah (bos)