BATU - Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMP Negeri Kota Batu sudah selesai 2 Juni lalu. Namun, ada tiga SMP negeri yang belum berhasil memenuhi pagu. Sedangkan, di SMP swasta baru ada enam sekolah yang berhasil memenuhi pagunya.
Yakni SMP Muhammadiyah 8 Batu, SMP PGRI 1 Batu, SMP Muslim Cendekia, SMP Muhammadiyah 2 Batu, SMP Al-Hikmah Boarding School Batu, dan SMP Al-Izzah Batu. Artinya, masih ada 18 sekolah yang berjuang memenuhi kuota murid baru.
Berdasar data Dinas Pendidikan Kota Batu ada 3.402 lulusan SD tahun ini. Sebanyak 1.619 di antaranya telah diterima di SMP negeri. Sehingga, sisanya sebanyak 1.783 berpotensi masuk ke SMP swasta.
Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Swasta Kota Batu Windra Rizkiyana menyebut SPMB masih terus berjalan. Sebab, penerimaan murid baru di sekolah swasta tak punya timeline khusus seperti di sekolah negeri.
Sehingga, penerimaannya lebih fleksibel. Sekolah swasta tetap akan menerima murid baru sepanjang waktu asalkan kuota masih tersedia. “Sejauh ini hampir semua sekolah masih menanti pagu penuh,” ungkapnya.
Windra menyebut sejauh ini tren minat murid baru di boarding school masih tinggi. Itu tak lepas fasilitas lengkap yang ditawarkan. Bahkan, banyak murid baru yang sudah mendaftar secara inden.
Dia menambahkan SMP swasta kini sedang melakukan berbagai promosi untuk menggaet murid baru. “Saya yakin tahun ini capaiannya positif dan kemungkinan akan terpenuhi mendekati dimulainya tahun ajaran baru,” tegas Kepala SMP Muhammadiyah 8 Batu itu.
Terpisah, Kepala SMP Solaiman Batu Mistiani juga mengaku kekurangan siswa kembali terjadi tahun ini. Dari tahun ke tahun pagu di sekolahnya tak pernah penuh. Saat ini dia baru menerima enam murid baru saja.
“Tahun lalu juga sama, tak genap 10 siswa yang kami terima,” tuturnya. Padahal penerimaan sudah dibuat sefleksibel mungkin. Namun, warga lokal tetap saja tak minat sekolah di sana. Selama ini Mistiani mengandalkan siswa dari dari Papua dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Segmentasinya tak pernah berubah. Itu lantaran sanak saudara dari alumni langsung melanjutkan jenjang berikutnya di yayasan yang sama. Padahal, berbagai upaya promosi juga telah dilakukan. “Kami buka pendaftaran sampai tahun ajaran baru dimulai,” tutupnya. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho