Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Banyak Guru SD Negeri di Kota Batu Rangkap Tugas, Begini Kata Disdik

Fajar Andre Setiawan • Rabu, 11 Juni 2025 | 17:40 WIB
Ilustrasi guru.
Ilustrasi guru.

 

KOTA BATU - Masih banyak guru di SD negeri yang terpaksa merangkap tugas di Kota Batu. Itu imbas kekurangan guru yang masih belum terselesaikan hingga sekarang.

Bahkan, masih ada guru yang mengajar di dua sekolah untuk memenuhi minimal jam pelajaran per minggu.

Seperti yang terjadi di SDN Tulungrejo 4. Erfata Husaini Sultan, Plt kepala sekolah tersebut mengaku hanya memiliki 14 guru termasuk kepala sekolah. Padahal jumlah rombongan belajar di sana sebanyak 12 kelas. Seharusnya guru yang dimiliki sebanyak 16 orang.

Terdiri atas guru kelas sebanyak 12 orang, guru agama sebanyak 2 orang, dan guru olahraga sebanyak 2 orang. “Kami kekurangan 1 guru kelas, 1 guru agama, dan 1 guru olahraga,” ujarnya.

Sampai saat pemenuhan kebutuhan guru masih menunggu mutasi dan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). “Kami masih memaksimalkan Guru Tidak Tetap (GTT) yang tersisa. Ada dua rombel yang diampu satu guru kelas,” imbuhnya.

Sama halnya seperti yang dialami SDN Gunungsari 1. Sebagai informasi, Erfata Husaini Sultan menjabat sebagai kepala sekolah definitif di sana. Dia menyampaikan kondisinya juga tak jauh berbeda dengan SDN Tulungrejo 4.

Pria 44 tahun itu menyebut SDN Gunungsari 1 sampai saat ini kekurangan dua guru kelas. Kekosongan itu diisi guru sukarelawan (sukwan). Sebab, belum ada guru PNS untuk menjadi guru kelas 2 dan kelas 3.

Terakhir, kekurangan guru juga terjadi SDN Pesanggrahan 2. Muhamad Musta'in, sang kepala sekolah menyebut butuh guru olahraga. “Guru olahraga kami mengajar di dua sekolah sehingga beban kerjanya tidak ideal,” pungkasnya.

Kasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batu Lendy Herdipuma menyebut kekurangan guru tak terjadi secara rasio. Perbandingan jumlah guru dengan murid sebenarnya masih lebih dari cukup.

Dia menyampaikan ada 920 guru di SD negeri. Terdiri atas 675 perempuan dan 245 laki-laki. Sementara, jumlah rombongan belajar (rombel) sebanyak 693 kelas. “Kalau dilihat dari data itu jumlah guru saat ini sebenarnya cukup," ujar pria Lulusan Universitas Brawijaya (UB) itu.

Ia menambahkan hanya perlu penataan ulang sebaran guru yang ada. Sehingga kekurangan bisa tertutup dengan skema pemetaan kebutuhannya. "Artinya memang perlu dirombak untuk pemerataan guru di Kota Batu," tegasnya. (nj5/dre)

Editor : A. Nugroho
#kota batu #pppk #disdik #guru sd