BATU - Sembilan SD negeri di Kota Batu bakal segera dimerger tahun ini. Di antaranya SDN Sisir 3, SDN Sisir 4, dan SDN Sisir 6. Kemudian, SDN Songgokerto 1 dan SDN Songgokerto 2.
Selanjutnya, SDN Oro-Oro Ombo 1 dan SDN Oro-Oro Ombo 2. Terakhir, SDN Sumberejo 1 dan SDN Sumberejo 2. Sembilan SD negeri itu akan dimerger menjadi 4 sekolah. Alasannya, karena tren jumlah murid baru yang diterima terus menurun dari tahun ke tahun.
Sembilan SD negeri itu akan mengikuti jejak SDN Sisir 2 dan SDN Sisir 5 yang telah berhasil di merger mulai tahun ajaran 2024/2025 lalu. Penyebabnya pun sama. Yakni jumlah murid baru di SDN Sisir 2 yang terus menurun. Akhirnya, sisa murid di SDN Sisir 2 dijadikan satu ke SDN Sisir 5.
Kepala bidang (Kabid) Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kota Batu Daud Andoko menyampaikan proses merger akan dilakukan secara bertahap. Mengingat jumlah sekolah yang akan dimerger cukup banyak. Pasalnya proses migrasi data di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) butuh waktu lama.
Termasuk untuk memindahkan kepala sekolah yang berada di sekolah yang menjadi target merger. Apalagi status semua kepala sekolah yang ditarget merger merupakan definitif.
“Jadi kami akan pindah tugaskan. Terutama ke SD negeri yang mengalami kekosongan jabatan kepala sekolah,” jelasnya.
Sebab, kepala sekolah tidak mungkin menjadi guru lagi. Penataan kepala sekolah tersebut akan dilakukan bulan depan. Selanjutnya, Disdik akan bersurat ke Mendikdasmenuntuk mendapat persetujuan.
Setelah itu, sinkronisasi Dapodik melalui Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) sudah bisa dilakukan. Proses sinkronisasi meliputi pemindahan data siswa, guru, tenaga kebersihan sekaligus aset ke sekolah yang baru. Itu sekaligus membuat sekolah tujuan merger akan mengalami penambahan jumlah sarana dan prasarana.
Sehingga, itu memungkinkan sekolah tujuan bisa menerima siswa lebih banyak. Selama masih proses, sekolah tujuan merger tetap bisa menerima siswa baru melalui Seleksi Penerimaan murid baru (SPMB). Sementara, untuk sekolah target merger sudah tidak lagi membuka SPMB.
“Komunikasi aktif dengan sekolah baik guru, siswa, dan orang tua siswa kami lakukan secara intens,” tandasnya.
Terpisah, Ketua Komisi C DPRD Kota Batu Dewi Kartika mengaku sepakat dengan opsi merger SD negeri yang selalu kekurangan murid tersebut. Sebab, pembelajaran dengan jumlah siswa yang tidak ideal akan berimbas terhadap ketidakefektifan. Dirinya meminta sekolah terus berinovasi dalam pengembangan mutu sekolah.
Misalnya menambah beberapa ekstrakurikuler yang menarik minat siswa baru. Sehingga, proses merger akan membawa efek berkelanjutan agar lebih mudah memenuhi pagu.
“Kami berharap setelah ini semua SD negeri akan tetap eksis,” pungkasnya. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho