Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Padahal Diambil Jutaan Umat Muslim Setiap Harinya, Mengapa Air Zamzam Tidak Pernah Habis?

A. Nugroho • Jumat, 23 Mei 2025 | 23:14 WIB
Orang sedang meminum air zam-zam di arab saudi (pch.Saudi Press Agency)
Orang sedang meminum air zam-zam di arab saudi (pch.Saudi Press Agency)

RADAR BATU - Bagi umat Islam, air Zamzam bukan sekadar air biasa.

Ia adalah karunia yang berasal dari tanah suci Makkah, dikenang sebagai bagian dari sejarah Nabi Ismail AS dan ibunya, Siti Hajar.

Namun, yang selalu menjadi pertanyaan adalah mengapa sumur Zamzam tidak pernah kering, meskipun jutaan jamaah haji dan umrah mengambilnya setiap tahun?

Kisah air Zamzam bermula sekitar 4.000 tahun lalu, ketika Siti Hajar berlari dari Bukit Safa ke Bukit Marwa sebanyak tujuh kali untuk mencari air.

Baca Juga: Jaga Nutrisi Tubuh, Kenali Sayuran yang Tidak Boleh Digoreng dan Alasannya Secara Ilmiah

Nabi Ismail AS yang saat itu masih bayi, dalam kondisi kehausan, menghentakkan kakinya ke tanah.

Atas izin Allah SWT, air Zamzam pun mengalir.

Dari sanalah sumber air ini terus dipertahankan hingga sekarang.

Kenapa Air Zamzam Tidak Pernah Habis?

Jawabannya tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga memiliki penjelasan ilmiah yang menarik.

Baca Juga: Mitos atau Fakta: Benarkah Cuaca Mempengaruhi Mood?

  1. Sumber Air yang Dapat Diperbarui

Menurut penelitian geologi, Zamzam bukanlah sumur biasa.

Sumur ini mendapatkan pasokan air dari akuifer bawah tanah di Makkah, yaitu cadangan air alami yang tersimpan dan terus diperbarui melalui siklus air dan hujan.

  1. Proses Hidrologi Alamiah di Makkah 

Meskipun Makkah memiliki iklim kering, air Zamzam tetap tersedia karena sistem geologi di sekitarnya memungkinkan penyimpanan air dalam sedimen dan batuan retak.

Ketika hujan turun di pegunungan sekitar Makkah, airnya mengalir ke lembah Ibrahim, tempat sumur Zamzam berada.

  1. Struktur Geologi yang Unik

Sumur Zamzam memiliki kedalaman sekitar 35 meter, dengan 14 meter terdiri dari endapan sungai dan 21 meter berada dalam lapisan batuan keras.

Struktur ini memungkinkan air tersimpan dengan stabil dan terus mengalir.

  1. Manajemen dan Teknologi Modern

Saat ini, pemerintah Arab Saudi mengelola sumur Zamzam dengan teknologi canggih.

Ada pompa listrik yang membantu distribusi, serta sistem pemantauan real-time yang memastikan kualitas dan kuantitas air tetap terjaga.

Setiap hari, air Zamzam dialirkan ke berbagai titik di Masjidil Haram dan kota-kota lain seperti Madinah.

Pada musim haji, distribusi air bisa mencapai 2 juta liter per hari. (sai)

Editor : A. Nugroho
#haji #ibadah haji #kurma #2025 #Air Zam-Zam #mekkah