Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Butuh 7-8 Guru untuk Sekolah Rakyat di Kota Batu

A. Nugroho • Rabu, 21 Mei 2025 | 20:42 WIB

 

Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf melakukan dialog bersama orang tua siswa baru Sekolah Rakyat Kota Batu
Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf melakukan dialog bersama orang tua siswa baru Sekolah Rakyat Kota Batu

BATU - Kebutuhan guru untuk Sekolah Rakyat mulai digodok. Sementara, ini jumlah kebutuhannya diperkirakan 7-8 guru. Perekrutannya bakal menjadi tugas Pemerintah Kota (Pemkot) Batu. Guru Sekolah Rakyat bakal diprioritaskan untuk warga asli Kota Batu.

Itu disampaikan Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf saat kunjungannya ke Kota Batu pada Senin lalu (19/5). Rekrutmen tenaga guru akan menjadi tanggung jawab Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI.Kemudian tugas tersebut akan didesentralisasi ke pemerintah daerah melalui dinas pendidikan.

“Perekrutannya nanti spesifik dilakukan melalui dinas pendidikan,” ungkap pria yang akrab disapa Gus Ipul itu. Dia menyampaikan ada beberapa kriteria untuk menjadi guru di Sekolah Rakyat.Di antaranya berstatus Aparatul Sipil Negara (ASN) baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Selain itu, calon guru Sekolah Rakyat harus menjalani tes uji kompetensi. Meliputi pengetahuan kurikulum sekolah rakyat hingga kemampuan berbahasa Inggris. Selanjutnya, mereka akan mengikuti pembinaan untuk penguasaan materi pembelajaran.

Sekolah Rakyat Kota Batu
Sekolah Rakyat Kota Batu

Gus Ipul menjelaskan perhitungan kebutuhan guru berbadasarkan jumlah kuota awal yang dibuka. “Asumsinya setiap 10 siswa butuh satu guru. Kalau kuota angkatan pertama yang dibuka sebanyak 75, artinya kebutuhan gurunya antara 7-8 orang,” terangnya.

Lebih lanjut, Wali Kota Batu Nurochman mengatakan skema rekrutmen guru Sekolah Rakyat masih dalam tahap pembahasan. Pasalnya, jumlah guru yang sudah ada di sekolah negeri juga masih belum ideal.

 

“Sesungguhnya kami masih kekurangan guru. Jadi kalua sistem eksisting atau mengambil dari yang sudah ada sepertinya cukup sulit,” tuturnya. Pria yang akrab disapa Cak Nur itu belum bisa memberikan rekomendasi guru yang akan diperbantukan di Sekolah Rakyat.

Menurutnya, seharusnya rekrutmen guru dilakukan untuk menjaring tenaga pendidik baru. Sehingga, Sumber Daya Manusia (SDM) di Sekolah Rakyat bias didorong untuk memenuhi karakteristik dan kualifikasi yang benar-benar khusus.

Pria asal Desa Sumberejo itu mengaku akan mengonsultasikan hal itu dengan pemerintah pusat. Sembari menanti jadwal seleksi dan petunjuk teknis (juknis) resmi terkait rekrutmen guru di Sekolah Rakyat. (ori/dre)

Editor : A. Nugroho
#Calon Guru #pns #asn #mendikdasmen #SekolahRakyat