BATU - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jeju, Korea Selatan, dalam upaya pengembangan sekolah berkelanjutan dan pemanfaatan energi terbarukan.
Kerja sama ini dijajaki dalam pertemuan bilateral antara Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu'ti, dan Gubernur Provinsi Jeju, Oh Young-hun, yang berlangsung di Jeju pada rangkaian pertemuan ketujuh Menteri Pendidikan anggota Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC).
Baca Juga: 19 Guru Honorer Masih Diperbantukan di Sekolah Swasta Kota Batu
Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat penerapan konsep sekolah berkelanjutan di Indonesia, khususnya melalui integrasi teknologi energi terbarukan seperti panel surya dan pengelolaan limbah ramah lingkungan.
Menteri Abdul Mu’ti menekankan pentingnya pemanfaatan energi terbarukan di sektor pendidikan, terutama di wilayah-wilayah terpencil yang masih kesulitan mengakses listrik.
“Pemanfaatan energi terbarukan akan sangat membantu sekolah-sekolah di daerah yang belum teraliri listrik, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam transisi energi bersih,” ujar Mu’ti, dikutip dari Kemendikbud.
Baca Juga: Bangunan Sekolah Rakyat di Kota Batu Bakal Dipoles
Selain itu, Indonesia juga akan mengadopsi sistem pengelolaan limbah sekolah yang telah berhasil diterapkan di Jeju.
Model ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan pelajar serta masyarakat sekitar sekolah, sehingga tercipta ekosistem pendidikan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Gubernur Jeju, Oh Young-hun, menyambut baik kerja sama ini dan menyatakan kesiapan pihaknya untuk berbagi pengalaman serta teknologi di bidang energi terbarukan dan pengelolaan limbah.
Baca Juga: Pemkot Batu Tambah Kuota, Pendaftaran Sekolah Rakyat Diperpanjang
“Kami ingin berbagi praktik terbaik yang telah kami terapkan di Jeju, agar dapat memberikan manfaat nyata bagi pendidikan di Indonesia,” ungkap Oh Young-hun.
Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Toni Toharudin, menambahkan bahwa kolaborasi ini juga membuka peluang pengembangan pendidikan vokasi.
Melalui kerja sama ini, sekolah-sekolah vokasi di Indonesia dapat mengadopsi teknologi terbaru dari Jeju, memperkuat keterampilan siswa di bidang energi terbarukan dan pengelolaan lingkungan.
Baca Juga: Sekolah Rakyat di Kota Batu Baru Terima 19 Pendaftar
Kerja sama strategis antara Indonesia dan Jeju ini diharapkan mampu mempercepat adopsi energi bersih di sektor pendidikan, serta membentuk generasi muda yang lebih peduli terhadap isu lingkungan.
Dengan demikian, Indonesia dapat terus melangkah menuju pendidikan berkelanjutan yang sejalan dengan agenda pembangunan global dan target transisi energi nasional. (Tiwi)
Editor : Aditya Novrian