Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

605 ABK Belajar di Sekolah Reguler

Aditya Novrian • Senin, 3 Maret 2025 | 18:15 WIB
FOKUS: Sejumlah siswa menggunakan chrome book untuk kegiatan belajar dan mengajar sebagai bentuk digitalisasi sekolah. MOH RIZAL/RADAR BATU
FOKUS: Sejumlah siswa menggunakan chrome book untuk kegiatan belajar dan mengajar sebagai bentuk digitalisasi sekolah. MOH RIZAL/RADAR BATU

BATU - Sebanyak 605 anak berkebutuhan khusus (ABK) di Kota Batu belajar di sekolah reguler.

Mulai dari jenjang TK, SD, sampai SMP.

Ratusan ABK itu tersebar di 119 lembaga pendidikan.

Sebelumnya, mereka harus menyertakan hasil asesmen psikologis secara mandiri untuk menunjukkan ABK tersebut layak didik.

Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batu Daud Andoko mengatakan mulai tahun ajaran 2025/2026 mendatang calon peserta didik baru (CPDB) ABK akan mendapatkan kemudahan untuk melakukan asesmen.

Sebab, mereka bisa mengakses layanan tersebut di Unit Layanan Disabilitas (ULD).

Daud menegaskan hasil asesmen itu menjadi dasar penerimaan ABK di sekolah reguler.

Baik sekolah negeri maupun swasta.

Sebab, Kota Batu berkomitmen untuk mewujudkan ekosistem pendidikan yang inklusif.

Sehingga, sekolah reguler terutama yang negeri dilarang menolak siswa inklusi.

“Hasil asesmen juga digunakan acuan bagi guru untuk menerapkan metode belajar yang sesuai dengan kebutuhan ABK,” ungkapnya.

Meski sekolah reguler dilarang menolak siswa inklusi, tidak semua ABK juga bisa diterima.

Khususnya bagi mereka yang memiliki ketunaan tertentu.

Seperti netra, wicara, dan rungu.

Sebab, mereka membutuhkan guru yang punya kompetensi khusus.

Misalnya, guru yang bisa menjelaskan materi dengan bahasa isyarat.

Selain itu, sarana dan prasarana (sarpras) pembelajaran khusus juga perlu disediakan.

Misalnya, seperti buku-buku braille untuk siswa tunanetra.

Kendati begitu, Daud mengaku terus melakukan peningkatan kompetensi semua guru.

Tujuannya agar guru memiliki keterampilan untuk mengajar siswa inklusi.

Dia menambahkan proses asesmen terpusat nanti bisa dilakukan di ULD yang menempati bekas bangunan SDN Sisir 2. (iza/dre)

Editor : Aditya Novrian
#pendidikan #smp #inklusif #sd #sekolah #abk #sma #disdik