BATU, RADAR BATU - Final Piala Dunia 2026 menghadirkan kisah yang mengingatkan publik pada final Liga Champions 2025/2026. Saat itu, Paris Saint-Germain (PSG) berhadapan dengan Arsenal dalam duel yang dipromosikan sebagai benturan antara tim dengan lini serang paling produktif melawan tim dengan pertahanan terbaik. PSG akhirnya keluar sebagai juara setelah menang 4-3 melalui adu penalti usai bermain imbang 1-1 selama 120 menit.
Kini, cerita serupa kembali hadir di panggung sepak bola terbesar dunia. Argentina melaju ke final sebagai tim dengan produktivitas gol tertinggi di Piala Dunia 2026. La Albiceleste telah mengoleksi 19 gol dari enam pertandingan, atau rata-rata 3,17 gol per laga, menjadikannya tim paling tajam sepanjang turnamen.
Baca Juga: Satu Pergantian yang Mengubah Segalanya, Inggris Gagal ke Final Piala Dunia 2026
Di sisi lain, Spanyol datang dengan modal pertahanan yang nyaris sempurna. La Roja baru kebobolan satu gol dalam enam pertandingan dan membukukan lima clean sheet. Satu-satunya gol yang bersarang ke gawang Spanyol terjadi saat mereka mengalahkan Belgia 2-1 di babak perempat final. Hingga menjelang final, tidak ada tim lain yang mampu mencetak lebih dari satu gol ke gawang pasukan Luis de la Fuente.
Ketangguhan lini belakang Spanyol juga terlihat dari minimnya peluang bersih yang mereka berikan kepada lawan. Sepanjang turnamen, para lawan kesulitan menciptakan tembakan tepat sasaran dalam jumlah besar, mencerminkan organisasi pertahanan yang disiplin dan efektif.
Duel ini pun menjadi pertarungan dua filosofi yang berbeda. Argentina mengandalkan daya ledak lini depan dengan rata-rata lebih dari tiga gol setiap pertandingan, sedangkan Spanyol membangun perjalanan menuju final lewat penguasaan bola, kontrol permainan, dan pertahanan yang sangat sulit ditembus.
Karena itu, final Piala Dunia 2026 layak disebut sebagai ulangan kisah final Liga Champions musim lalu. Bedanya, kali ini yang diperebutkan bukan trofi antarklub Eropa, melainkan gelar juara dunia. Apakah lini serang paling tajam milik Argentina mampu merobohkan benteng kokoh Spanyol, atau justru pertahanan terbaik turnamen kembali menjadi penentu lahirnya kampiun Piala Dunia 2026?
Editor : Aditya NovrianSumber : diolah dari berbagai sumber