Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Portugal Sebelum dan Sesudah Cristiano Ronaldo, Dari Dipandang Sebelah Mata Hingga Menjadi Kekuatan Dunia

Fitri Cahya Dwi Anggriani • Selasa, 14 Juli 2026 | 02:00 WIB
Christiano Ronaldo, Striker Timnas Portugal. (Google).
Christiano Ronaldo, Striker Timnas Portugal. (Google).

BATU, RADAR BATU - Berakhirnya perjalanan Portugal di Piala Dunia 2026 sekaligus menandai berakhirnya kiprah Cristiano Ronaldo di ajang sepak bola terbesar dunia. Meski gagal mempersembahkan trofi Piala Dunia, kehadiran Ronaldo telah mengubah wajah sepak bola Portugal secara drastis. Jika dibandingkan dengan era sebelum dirinya, Portugal kini menjelma menjadi salah satu kekuatan utama di sepak bola dunia.

Sebelum kemunculan Cristiano Ronaldo, Portugal memang bukan tim yang bisa dipandang sebelah mata. Negara tersebut pernah melahirkan legenda-legenda seperti Eusébio, Luís Figo, Rui Costa, hingga Fernando Couto. Namun, prestasi Portugal di turnamen besar masih tergolong terbatas. Pencapaian terbaik mereka di Piala Dunia adalah peringkat ketiga pada edisi 1966, sementara di Piala Eropa mereka lebih sering gagal melangkah jauh dan belum pernah meraih gelar juara.

Segalanya mulai berubah ketika Cristiano Ronaldo menjalani debut bersama tim nasional Portugal pada 2003. Sejak saat itu, Portugal tidak hanya menjadi langganan tampil di turnamen besar, tetapi juga berkembang menjadi salah satu tim yang paling konsisten di Eropa. Ronaldo membawa mentalitas baru bahwa Portugal bukan lagi sekadar peserta, melainkan tim yang datang untuk bersaing memperebutkan gelar.

Baca Juga: Blunder Senne Lammens Jadi Petaka, Bola Rebound Berujung Gol Penentu Kemenangan Spanyol

Puncak perubahan itu terjadi pada Euro 2016. Di bawah kepemimpinan Ronaldo sebagai kapten, Portugal akhirnya mengakhiri penantian panjang dengan meraih gelar internasional pertama setelah mengalahkan Prancis di partai final. Tiga tahun berselang, Portugal kembali menambah koleksi trofi dengan menjuarai UEFA Nations League 2019. Kesuksesan itu berlanjut ketika Selecao kembali mengangkat trofi UEFA Nations League pada 2025, menjadikan era Ronaldo sebagai periode tersukses dalam sejarah sepak bola Portugal.

Tak hanya dari sisi prestasi, Ronaldo juga mengangkat standar permainan Portugal. Selama lebih dari dua dekade, ia menjadi pencetak gol utama, pemimpin di ruang ganti, sekaligus inspirasi bagi generasi muda. Kehadirannya mendorong lahirnya talenta-talenta baru seperti Vitinha, João Neves, Nuno Mendes, Gonçalo Ramos, Rafael Leão, hingga António Silva yang kini menjadi tulang punggung generasi berikutnya.

Baca Juga: Sejarah Tercipta! Untuk Pertama Kalinya Ranking 1-4 FIFA Kuasai Semifinal Piala Dunia

Secara statistik, perbedaan Portugal sebelum dan sesudah Ronaldo pun terlihat jelas. Sebelum 2003, Portugal baru sekali mencapai semifinal Piala Dunia dan belum pernah meraih gelar mayor. Setelah Ronaldo bergabung, Portugal hampir selalu lolos ke turnamen besar, meraih tiga trofi internasional, serta konsisten masuk dalam jajaran tim elite dunia.

Kini, era Cristiano Ronaldo bersama tim nasional telah berakhir. Meski trofi Piala Dunia belum berhasil ia persembahkan, warisan yang ditinggalkannya jauh lebih besar dari sekadar sebuah gelar. Ronaldo mengubah mentalitas Portugal, membangun budaya juara, dan meninggalkan fondasi yang kuat bagi generasi penerus.

Editor : Aditya Novrian
Piala Dunia 2026 Christiano Ronaldo perempat final