Trans Jatim Koridor 2 Ditolak Sopir Angkot Malang, Apa Alasannya?

Nara Amelia • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 12:45 WIB
Trans Jatim Koridor 1 Malang. Foto: Tugusatu/Prokopim KWB
Trans Jatim Koridor 1 Malang. Foto: Tugusatu/Prokopim KWB

BATU, RADAR BATU - Rencana pengoperasian Trans Jatim Koridor 2 di Malang Raya terus menuai penolakan dari para sopir angkot. Puncaknya terjadi Senin (28/9), ketika ratusan sopir yang tergabung dalam Front Aliansi Sopir Angkutan Malang (ASAM) menggelar demo di depan Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, sempat memblokade Jalan Raden Intan menuju Terminal Arjosari.

Penolakan ini sebenarnya bukan hal baru, sudah bergulir sejak Juni 2026. Berikut sejumlah alasan utama yang terus disuarakan para sopir angkot.

1. Koridor 1 belum tuntas, tapi koridor baru mau ditambah

Ketua Front ASAM, Andre, menegaskan penolakan koridor 2 tidak bisa dilepaskan dari persoalan yang belum selesai sejak koridor 1 beroperasi. Mereka meminta pemerintah menuntaskan dulu masalah yang ada sebelum menambah koridor baru.

2. Berdampak ke ratusan sopir

Keberadaan Trans Jatim Koridor 1 saja sudah berdampak ke sekitar 494 sopir angkot atau mikrolet di Kota Malang dan sebagian Kabupaten Malang, menurut catatan Front ASAM.

Baca Juga: Demo di Kantor Dishub Malang, Ratusan Sopir Angkot Tuntut Janji Soal Trans Jatim

3. Jarak antar-halte terlalu dekat

Ketua Jalur AG, Sonny Junaedi, menyebut jarak antar-halte Trans Jatim yang berdekatan mempersempit peluang angkot mendapat penumpang. Menurutnya, kalau jaraknya tidak terlalu dekat, angkot justru bisa jadi feeder yang menghubungkan penumpang ke rute dalam kota.

4. Rute tumpang tindih dengan trayek angkot

Rute Trans Jatim Koridor 2 yang menghubungkan Terminal Hamid Rusdi dengan Terminal Talangagung dinilai punya banyak titik yang bersinggungan langsung dengan jalur angkot yang sudah ada.

5. Janji kompensasi belum ditepati

Sopir angkot mengaku pernah dijanjikan dana kompensasi oleh Dishub Kota Malang maupun Pemprov Jatim terkait dampak koridor 1, tapi sampai sekarang dana itu belum mereka terima.

6. Minim keterlibatan dalam pembahasan

Sonny juga menyinggung dugaan komunikasi yang tidak melibatkan seluruh paguyuban sopir angkot dalam pembahasan rencana operasional koridor 2.

Baca Juga: Angkot Malang Kejepit Gara-Gara Trans Jatim, Sopir Ngaku Pendapatan Terjun Bebas

Menanggapi gelombang penolakan ini, Dishub Jatim sempat menawarkan skema gaji tetap Rp4 juta lewat program alih profesi, sementara Dishub Kota Malang menyiapkan opsi pelibatan sopir angkot dalam program angkutan gratis pelajar begitu koridor 2 beroperasi. Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, memastikan seluruh aspirasi sopir akan diteruskan ke Pemprov Jatim selaku pengelola Trans Jatim, sembari menegaskan program ini tetap jadi bagian dari upaya perbaikan sistem transportasi publik secara keseluruhan.

Editor : Aditya N. Rian
Sumber : Dari berbagai sumber
Trans Jatim dishub kota malang sopir angkot