BATU, RADAR BATU - Kasus Influenza A di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus bertambah dalam beberapa hari terakhir. Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY mencatat kenaikan dari 18 kasus per 23 September menjadi 24 kasus terkonfirmasi laboratorium hingga Jumat (25/9), berdasarkan pemeriksaan Sentinel Rumah Sakit.
Kepala Dinkes DIY, Gregorius Anung Trihadi, merinci dari 24 kasus tersebut, 11 di antaranya merupakan subtipe H1N1 pandemi 2009, 11 kasus H3N2, sementara dua kasus lainnya belum bisa dipastikan subtipenya. "Ini per hari ini. Data ini yang terkonfirmasi dengan laboratorium berdasar Sentinel RS," ujarnya.
Baca Juga: Fenomena Langka: Kekeringan dan Bencana Hidrometeorologi Basah Mengancam Indonesia Bersamaan
Ditengah Naiknya Kasus Influenza A, Kasus ISPA Terus Menunjukkan Angka Penurunan
Meski angkanya naik, Dinkes menegaskan kondisi ini masih tergolong terkendali dan belum menunjukkan tren lonjakan mingguan yang signifikan dalam sebulan terakhir. Menariknya, di tengah kenaikan kasus Influenza A ini, data ISPA secara keseluruhan dari seluruh fasilitas kesehatan di DIY justru menunjukkan penurunan dalam empat pekan terakhir.
Apa Itu Influenza A? Dan Apa Gejalanya?
Influenza A sendiri merupakan virus musiman yang memang beredar sepanjang tahun di Indonesia, gejala umum berupa demam tinggi mendadak, menggigil, nyeri otot dan sendi, sakit tenggorokan, sakit kepala, kelelahan, hingga hidung tersumbat. Guru Besar Departemen Mikrobiologi FK-KMK UGM, Tri Wibawa, menjelaskan strain H1N1pdm09 yang beredar saat ini merupakan turunan dari virus pandemi H1N1 2009 yang telah mengalami perubahan genetik, namun tidak perlu direspons berlebihan meski tetap perlu mitigasi.
Langkah Antisipasi Guna Mencegah Penularan Influenza A
Sebagai langkah antisipasi, warga diimbau menjaga daya tahan tubuh, menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), rutin mencuci tangan pakai sabun, serta menerapkan etika batuk dengan menutup mulut memakai lengan baju atau tisu. Warga yang sedang batuk atau pilek disarankan memakai masker untuk mengurangi risiko penularan ke orang sekitar.
Baca Juga: Krakatau “New Born”: Dua Pulau Baru Muncul Usai Erupsi Anak Krakatau
Sementara itu, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta memastikan belum ada kebijakan meliburkan sekolah terkait kenaikan kasus ini, mengingat belum ada laporan signifikan siswa yang terjangkit di lingkungan sekolah.
Editor : Aditya N. RianSumber : Dari berbagai sumber