BMKG Rilis Peringatan Kekeringan , Ini 7 Langkah Antisipasi yang Bisa Kamu Mulai dari Sekarang

Nara Amelia • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 13:17 WIB
Ilustrasi Dampak Kekeringan. Foto: Ist
Ilustrasi Dampak Kekeringan. Foto: Ist

BATU, RADAR BATU - Setelah BMKG merilis peringatan dini kekeringan meteorologis yang mencakup puluhan wilayah berstatus Awas, saatnya beralih dari sekadar waspada ke aksi nyata. Berikut langkah-langkah antisipasi yang bisa mulai diterapkan dari sekarang, sebelum krisis air benar-benar melanda.

Baca Juga: BMKG Rilis Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis, Ini Daftar Wilayah Berstatus Awas

1. Siapkan tempat penampungan air

Sediakan tandon atau bak penampung sejak dini. Manfaatkan momen hujan yang masih turun di sejumlah wilayah untuk menampung air hujan yang bisa dipakai untuk kebutuhan non-konsumsi seperti menyiram tanaman atau membersihkan rumah.

2. Terapkan kebiasaan hemat air harian

Matikan keran saat menggosok gigi atau mencuci tangan, jangan biarkan air mengalir sia-sia. Kebiasaan sederhana ini bisa menghemat 6-12 liter air per menit. Batasi juga durasi mandi, dan pertimbangkan pakai shower ketimbang gayung yang cenderung lebih boros.

3. Manfaatkan air secara berulang (reuse)

Air bekas cucian baju bisa dipakai untuk membersihkan kamar mandi atau mencuci kendaraan. Embun dari AC pun bisa ditampung untuk menyiram tanaman. Cara ini membantu mengoptimalkan setiap tetes air yang tersedia.

4. Cuci pakaian dalam jumlah penuh

Operasikan mesin cuci hanya saat muatan sudah penuh (full load), bukan sedikit-sedikit. Selain menghemat air, cara ini juga otomatis menghemat pemakaian listrik.

5. Perbanyak area resapan air di sekitar rumah

Hindari menutup seluruh halaman dengan semen atau paving. Sisakan area tanah terbuka agar air bisa meresap ke dalam tanah, membantu menjaga cadangan air tanah tetap terjaga meski musim kemarau panjang.

6. Cek dan perbaiki kebocoran pipa

Kebocoran kecil yang dibiarkan bisa membuang air dalam jumlah besar tanpa disadari. Rutin cek instalasi air di rumah dan segera perbaiki bila ada tanda-tanda rembesan atau tetesan.

7. Siapkan masker dan pantau kualitas udara

Musim kemarau panjang kerap dibarengi meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan, yang berdampak pada kualitas udara. Sediakan masker di rumah dan pantau informasi kualitas udara di wilayahmu, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan.

Baca Juga: BMKG Ingatkan Potensi Megathrust Selat Sunda M8,9, Ini Daftar Persiapan Darurat yang Perlu Disiapkan

Yang tak kalah penting, ajak seluruh anggota keluarga untuk sama-sama menerapkan kebiasaan ini agar hemat air jadi budaya bersama di rumah, bukan cuma tanggung jawab satu orang. Selain langkah individu, dukungan kolektif seperti penetapan status siaga daerah oleh BNPB juga krusial untuk mempercepat penyaluran bantuan air bersih ke wilayah yang paling terdampak.

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Dari berbagai sumber
kekeringan antisipasi kekeringan bmkg