Viral Ramalan Pria Kanada, Frankie MacDonald, soal Gempa M9 Guncang Indonesia, Begini Kata BMKG

Nara Amelia • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 14:50 WIB
Frankie MacDonald dalam video yang diunggah di kanal YouTube pribadinya, (3/9). Foto: Tangkapan Layar YouTube/Frankie MacDonald
Frankie MacDonald dalam video yang diunggah di kanal YouTube pribadinya, (3/9). Foto: Tangkapan Layar YouTube/Frankie MacDonald

BATU, RADAR BATU - Video seorang pria asal Kanada bernama Frankie MacDonald mendadak viral dan bikin heboh warganet Indonesia. Dalam video berdurasi kurang dari satu menit yang diunggah di kanal YouTube pribadinya pada 3 September 2026, MacDonald mengklaim Indonesia akan diguncang gempa dahsyat berkekuatan magnitudo 7 hingga 9 sebelum akhir tahun 2026.

"Live dari Sidney, Nova Scotia (Kanada). Warga Indonesia bersiap menghadapi gempa bumi dahsyat yang akan mengguncang kapan saja sebelum akhir tahun 2026," ujar MacDonald dalam videonya. Ia bahkan secara spesifik menyebut wilayah Jakarta dan Jawa sebagai daerah yang berpotensi terdampak kerusakan massif, sekaligus mengimbau masyarakat mempersiapkan perlengkapan darurat seperti logistik, air bersih, senter, radio, baterai cadangan, hingga generator.

Baca Juga: Gempa M4,3 Guncang Cianjur, BMKG Ungkap Penyebabnya

Video ini menuai perhatian besar lantaran rekam jejak MacDonald yang disebut-sebut pernah “tepat” memprediksi sejumlah bencana sebelumnya, termasuk gempa magnitudo 7,0 di Indonesia pada Mei 2026 yang disusul gempa M7,7 di Sulawesi tidak lama setelahnya, serta gempa Selandia Baru pada 2016. MacDonald sendiri di profilnya mengaku sebagai pengamat cuaca amatir independen, kerap melaporkan fenomena cuaca ekstrem seperti badai dan topan.

Tanggapan BMKG soal Ramalan ini, Hanya Kebetulan?

Menanggapi kehebohan ini, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menegaskan hingga kini belum ada teknologi di dunia yang mampu memprediksi gempa secara presisi, baik dari sisi waktu, lokasi, maupun kekuatannya. "Wilayah Indonesia terletak di daerah yang rawan gempa. Sudah berkali-kali juga kita sosialisasikan, ada ancaman dari sumber megathrust dan sesar aktif. Namun kapan dan di mana secara pasti tidak bisa dipastikan," ujarnya, Selasa (8/9).

Wijayanto menegaskan ramalan semacam ini semata kebetulan berdasarkan pola statistik tahunan gempa di Indonesia.  "Ramalan itu kebetulan saja. Secara rata-rata di Indonesia terjadi dua kali gempa per tahun dengan magnitudo M>7,0," jelasnya sembari mencontohkan sepanjang 2026 saja Indonesia sudah mengalami dua gempa di atas M7,0, yakni Flores dan Maluku Utara.

Baca Juga: Cegah Keracunan Terulang, Dinkes Kota Batu Wajibkan Sampel MBG Minimal 250 Gram

BMKG kembali mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi dan selalu merujuk pada kanal resmi mitigasi bencana. Meski begitu, kewaspadaan dan kesiapsiagaan tetap dianjurkan mengingat status Indonesia sebagai negara dengan risiko seismik tinggi di jalur Cincin Api Pasifik.

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Dari berbagai sumber
gempa frankie macdonald ramalan bmkg