7 Bandara Ditutup Imbas Erupsi Anak Krakatau, 1.039 Penerbangan dan 119 Ribu Penumpang Terdampak

Nara Amelia • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 13:55 WIB
Bandara Soekarno-Hatta. Foto: AP II
Bandara Soekarno-Hatta. Foto: AP II

BATU, RADAR BATU - Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang terus berlangsung sejak beberapa hari terakhir kembali melumpuhkan operasional penerbangan di sejumlah wilayah Indonesia. Per Senin (7/9), tujuh bandara resmi berstatus tutup sementara akibat sebaran abu vulkanik yang mengancam keselamatan penerbangan.

7 Bandara dengan Status Tutup Sementara serta Estimasi Penutupan Bandara Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma Hari Ini

Ketujuh bandara yang terdampak meliputi Bandara Soekarn o-Hatta (CGK) Tangerang, Halim Perdanakusuma (HLP) Jakarta, Radin Inten II (TKG) Lampung, Husein Sastranegara (BDO) Bandung, Budiarto Curug (RTO) Pondok Cabe (PCB), serta Bandara M. Taufik Kiemas (TFY). AirNav Indonesia kembali memperpanjang periode penutupan Bandara Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma hingga estimasi pukul 18.00 WIB hari ini. "Penyesuaian periode penutupan tersebut merupakan langkah mitigasi untuk mendukung keselamatan penerbangan, dengan mempertimbangkan kondisi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau," ujar Executive Vice President Corporate Secretary AirNav Indonesia, Hermana Soegijantoro.

Baca Juga: Imbas Berantai Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, 12 Penerbangan di Bandara Juanda Dibatalkan

Dampak penutupan ini terbilang masif. Tercatat sebanyak 1.039 penerbangan dan sekitar 119.215 penumpang terdampak akibat kebijakan ini. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani sebelumnya mengungkap kronologi penutupan bandara sehari sebelumnya, Minggu (6/9), di mana Bandara Soekarno-Hatta sempat ditutup pukul 08.36-13.30 WIB, dan Halim Perdanakusuma pada pukul 09.49-14.00 WIB.

Alternatif Pengalihan Pendaratan Penerbangan yang Aman dari Paparan Erupsi

Menyikapi kondisi ini, Kementerian Perhubungan telah menyiapkan tiga bandara alternatif untuk pengalihan pendaratan penerbangan yang terdampak, yaitu Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat; Bandara Ahmad Yani di Semarang, Jawa Tengah; dan Bandara Internasional Juanda di Surabaya, Jawa Timur. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan pihaknya telah menyiapkan infrastruktur pendaratan di area yang dinyatakan aman dari paparan material erupsi.

AirNav Indonesia mengimbau calon penumpang untuk terus memantau status penerbangan lewat kanal resmi maskapai masing-masing sebelum berangkat menuju bandara, mengingat kondisi sebaran abu vulkanik masih terus dipantau dan bisa berubah sewaktu-waktu. "AirNav Indonesia terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi ruang udara dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Informasi aeronautika akan terus diperbarui sesuai perkembangan kondisi aktual dan informasi keselamatan penerbangan," tutup Hermana.

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Dari berbagai sumber
Erupsi Gunung Anak Krakatau penutupan bandara bandara