BATU, RADAR BATU – Masyarakat Indonesia dikejutkan dengan unggahan di aplikasi X yang menunjukkan satu momen ganjil pada Karnaval Bersatu Harmoni Nusantara yang digelar di Moumen Nasional (Monas) Jakarta (17/8/2026).
Postingan yang diunggah @fujikaize pada Selasa, (18/82026) kemarin tersebut menampilkan potret momen saat layar utama panggung menampilkan sebuah kode QR.
Adapun kode QR tersebut berisikan ajakan untuk mendonasikan dana pada korban yang terdampak bencana gempa di Nusa Tenggara Timur.
Baca Juga: Ganjar dan Risma Datang ke NTT, Kunjungi dan Berikan Langsung Bahan Pangan Pokok Bagi Para Pengungsi
Potret tersebut menjadi viral dan menuai respons kontroversi bagi sebagian masyarakat. Masyarakat mempertanyakan motivasi negara dalam melakukan tindakan pembukaan donasi bagi masyarakat umum.
Warga internet di aplikasi X turut mempertanyakan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk gempa yang terjadi di NTT.
”bukannya negara harusnya punya dana untuk bencana ya?” tulis @iamtallerkyu pada unggahan tersebut.
Sebagian warga internet lain juga mempertanyakan urgensi pemerintah sampai melakukan pembukaan donasi. Mereka mempertanyakan arus dana dari pajak yang telah dibayarkan setiap bulannya.
Baca Juga: Simulasi Gempa Guncang Balai Kota Among Tani di Kota Batu
Perdebatan pada postingan tersebut secara umum membahas tentang keresahan masyarakat terkait alokasi APBN pemerintah yang cenderung diprioritaskan untuk beberapa program tertentu. Masyarakat ingin pemerintah lebih memprioritaskan alokasi APBN pada penanggulangan bencana terlebih dahulu.
Meski pembukaan donasi tersebut telah ramai dibicarakan di X. Hingga saat ini belum diketahui pihak pemerintahan mana yang berinisiatif untuk membuka donasi tersebut.
Di sisi lain, sejumlah badan pemerintahan seperti Danantara dan Kementerian telah menyalurkan bantuan sebesar ratusan juta hingga milyaran rupiah bagi korban gempa NTT.
Editor : Aditya Novrian
Sumber : Diolah dari beberapa sumber