BATU, RADAR BATU – Sebuah komuitas lari yang dibentuk Warga Negara Asing (WNA) di Canggu, Kuta Utara, Badung, Bali menuai kecaman publik setelah diduga menggaggu dan mendiskriminasi masyarakat lokal untuk bergabung.
Komunitas Entourage merupakan suatu komunitas lari yang bentuk warga negara asing yang berada di Bali. Kelompok lari ini mengadakan kegiatan lari secara berkelompok di jalanan umum di Bali.
Aktivitas ini menuai respons kontradiktif dari masyarakat lokal karena mengganggu kenyamanan warga dan menerapkan praktik rasisme.
Baca Juga: 275 WNA Jadi Tersangka, Bos Sindikat Judol Internasional Belum Terungkap
Para angggota komunitas ini sangat banyak dan memenuhi badan jalan sehingga menimbulkan kemacetan parah di kecamatan Canggu Bali. Beberapa peserta juga sesekali meyalakan suar yang dianggap mengganggu dan membahayakan pengguna jalan lain.
Tak hanya itu, komunitas lari eksklusif ini juga mempersulit pendaftaran sejumlah warga lokal. Sedangkan para WNA dapat dengan mudah bergabung dalam komunitas lari ini.
Banyak pihak menilai kejadian ini sebagai fenomena tidak etis. Kebebasan turis di Bali justru menciptakan ketidakadilan bagi WNI sendiri.
Menanggapi isu ini, Anggota DPD RI asal Bali meminta pihak Imigrasi Bali dan Kepolisian Provinsi untuk menindaklanjuti laporan terkait fenomena tersebut.
Baca Juga: Speedboat dengan 11 Turis Asing Menghilang di Perairan Gorontalo
"Kami meminta kepada pihak Imigrasi Bali dan juga Kepolisian Provinsi Bali agar dapat menindaklanjuti laporan kami terkait dengan dugaan diskriminasi oleh WNA dan kegiatan yang diduga tidak berizin,” tegas Anggota DPD RI asal Bali, Ni Luh Djelantik pada Jumat, 25 Juli 2026. Dilansir dari Detik Bali.
Harapannya, kejadian ini dapat segera ditindaklanjuti secara tegas oleh pihak imigrasi Bali dan Kepolisian Bali. Sehingga, para WNA yng ada di Bali dapat lebih menghargai masyarakat lokal dan tidak melakukan hal-hal yang mengganggu kenyamanan WNI lagi.
Editor : Aditya Novrian
Sumber : Diolah dari beberapa sumber