BATU, RADAR BATU – Tahun ajaran baru 2026/2027 menjadi hari yang padat dan meriah bagi kebanyakan sekolah di Indonesia. Para guru disibukkan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang diselenggarakan untuk peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027.
Sayangnya, tahun ajaran baru 2026/2027 SDN 2 Cepokosawit tak sama dengan sekolah-sekolah lain. SDN yang terletak di Kota Boyolali ini hanya menerima satu peserta didik baru. Meski hanya mendapat satu siswa, pihak sekolah telah berupaya hingga menawarkan sekolah ini dari rumah ke rumah.
Baca Juga: Terima Ancaman Ledakan Bom, MPLS di SDN Jagakarsa Jakarta Selatan Langsung diselesaikan
Wali Kelas I SDN 2 Cepokosawit menyampaikan bahwa pihak guru bahkan telah mendatangi rumah-rumah untuk mendapatkan peserta didik baru. Tak berhenti disitu, guru SDN 2 Cepoksawit tersebut bahkan sampai mendatangi rumah calon murid sebanyak tiga kali untuk menawarkan tahun ajaran baru. Namun, upaya tersebut hanya berhasil membuahkan 1 peserta didik baru yaitu Khanza.
“Sebebarnya kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Bahkan sudah dari pintu ke pintu mendatangj calon murid,” tutur Adriyani, Selasa (14/7/2026).
Meskipun Khanza adalah satu-satunya siswa baru di tahun ajaran ini, rangkaian MPLS masih tetap diselenggarakan secara lengkap. Khanza tetap mengikuti seluruh kegiatan yang dipersiapkan, mulai dari pengenalan sekolah hingga interaksi dengan para guru.
Arya Dani Rushertanto, Kepala SDN 2 Cepokosawit Boyolali menyampaikan bahwa kurangnya jumlah peserta didik baru pada tahun ajaran ini tidak disebabkan oleh minimnya inovasi pembelajaran di sekolah. Melainkan, karena adanya perubahan preferensi masyarakat dan berkurangnya anak usia SD.
Baca Juga: Gerakan Ayah Antar Anak Warnai Hari Pertama MPLS
Para orang tua di daerah Cepokosawit cenderung lebih memilih sekolah swasta dengan sistem full day. Selain itu, Arya juga mengungkapkan bahwa jumlah anak usia sekolah di wilayah Cepokosawit mengalami penurunan.
Walaupun hanya mendapatkan satu siswa, Arya tetap beryukur dan berkomitmen untuk tetap memberikan pelayanan yang maksimal.
“Kami tetap tidak patah semangat. Walaupun berapa jumlah muridnya kami tetap layani dengan sebaik-baiknya. Sampai titik darah penghabisan,” ujar Arya.
Editor : Aditya Novrian
Sumber : dikelola dari beberapa sumber