Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Ketua Komisi IV DPR RI Apresiasi Nusakambangan Jadi Sentra Ketahanan Pangan Nasional

Fitri Cahya Dwi Anggriani • Senin, 22 Juni 2026 | 20:00 WIB
Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto saat kunjungan kerja ke Nusakambangan, Cilacap, Sabtu (20/6). (Istimewa).
Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto saat kunjungan kerja ke Nusakambangan, Cilacap, Sabtu (20/6). (Istimewa).

CILACAP, RADAR BATU – Titiek Soeharto selaku Ketua Komisi IV DPR RI mengapresiasi transformasi kawasan Pemasyarakatan Nusakambangan menjadi sentra ketahanan pangan sekaligus sebagai pusat pembinaan kemandirian Warga Binaan.

Hal tersebut disampaikan Titiek saat kunjungan kerja ke Nusakambangan pada Sabtu (20/6). Dalam kunjungannya, ia didampingi oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas), Agus Andrianto.

Transformasi tersebut menjadi wujud komitmen Pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan atau keberlangsungan pangan nasional sekaligus mempersiapkan Warga Binaan agar siap kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat.

Baca Juga: Cegah Aset Terlantar Komisi IX DPR Dukung Rencana BGN untuk Hibahkan Motor Listrik ke Guru Honorer

Selama kunjungan, Titiek meninjau secara langsung rangkaian program unggulan yang ada, seperti Workshop Fly Ash Bottom Ash (FABA), sektor pertanian, sektor peternakan, pembuatan pupuk organic, Balai Latihan Kerja (BLK) konveksi, system pengolahan sampah, hingga budaya perikanan, tambak udang vaname, serta budidaya sidat.

Selain menyampaikan apresiasi, Titiek turut berterima kasih kepada Menteri serta jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Ia berharap agar program inovatif ini  dapat dicontoh dan dan diterapkan di tempat lain.

“Atas nama Komisi IV, saya mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pak Menteri dan jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Mudah-mudahan usaha ini bisa ditiru dan diduplikasi di tempat-tempat lain,” harapnya. 

Baca Juga: Dua PLTU Besar Alami Gangguan, Dirut PLN Beberkan Pemicu Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa

Ia menambahkan bahwa Nusakambangan yang dulunya identic dengan kawasan pemasyarakatan dengan tingkat risiko tinggi, kini telah sukses bertransformasi menjadi area produktif.

Kini, kawasan tersebut telah terbukti mampu menghasilkan ragam komoditas pangan serta produk yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat.

“Nusakambangan yang kita dengar selalu seram, bayangannya Alcatraz. Ternyata setelah ke sini, sangat ramah dan bisa menghasilkan begitu banyak produk bermanfaat untuk kita semuanya,” puji Titiek.

Baca Juga: Dulu Ditunggu, Kini Dikeluhkan: Bediding Kembali Melanda Malang Raya

Menanggapi hal tersebut, Menimipas menyatakan bahwa seluruh masuan serta arahan yang disampaikan Komisi IV DPR RI akan dijadikan bahan evaluasi guna memperkuat program yang sedang berjalan.

Sebagai bentuk langkah konkret, pihaknya telah memaksimalkan pemanfaatan lahan tidur (idle) di seluruh Lapas, dan Rutan demi mendukung program ketahanan pangan nasional.

Saat ini, Nusakambangan telah memanfaatkan sekitar 135 hektare lahan produktif dan melibatkan ratusan Warga Binaan dalam berbagai sektor usaha, mulai dari pertanian, peternakan, perikanan, konveksi, pengolahan sampah, hingga budidaya udang dan sidat. 

Editor : Aditya Novrian
#Titiek Soeharto #Nusakambangan #Komisi IV DPR RI #menimipas