JAKARTA, RADAR BATU – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini dukung rencana Badan Gizi Nasional (BGN) untuk hibahkan sepeda motor listrik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kepada guru honorer di berbagai daerah. Ia menilai bahwa langkah tersebut adalah solusi tepat.
Penyaluran Sepeda motor listrik yang sebelumnya dibeli sebagai aset operasional SPPG kepada guru honorer tersebut menuai respons positif dari Yahya. Menurutnya, langkah tersebut menjadi solusi jitu agar aset yang dibeli menggunakan anggaran negara tidak telantar, melainkan tetap memberikan dampak manfaat yang nyata bagi masyarakat.
Sebelumnya, rencana hibah tersebut telah dikomunikasikan dengan BGN Agustina Arumsari saat rapat bersama Komisi IX DPR RI.
Baca Juga: Cari Orang yang Paham Kesehatan Masyarakat, BGN Siapkan 7 Pakar Gizi Jadi Dewan Pengarah
"Waktu rapat dengan Komisi IX, ibu Arumsari mengatakan sepeda motor listrik tersebut akan dihibahkan kepada guru-guru honorer di sejumlah daerah. Saya setuju dengan rencana tersebut," kata Yahya Zaini, Minggu (21/6).
Selain alasan kebermanfaatan untuk rakyat, Yahya juga menilai bahwa aktivitas para pengelola dapur pada dasarnya tidak memerlukan tingkat mobilitas tinggi. Keberadaan motor listrik dianggap bukan menjadi kebutuhan mendesak dalam pelaksanaan program MBG.
“Mereka tidak memerlukan mobilitas dalam bekerja," ucap Yahya.
Minimnya informasi terkait pengadaan motor listrik yang diterima pihak DPR menjadikan fungsi pengawasan DPR terhadap penggunaan anggaran negara di lingkungan BGN tidak berjalan optimal.
Baca Juga: Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Mantan Wakil Kepala BGN Diperiksa Intensif Pekan Depan
Yahya juga menyoroti ketidakprofesionalan mitra pengadaan dalam menyediakan unit tersebut. Hal ini dikarenakan perusahaan terkait dinilai tidak memiliki jaringan dealer resmi maupun pusat layanan perbaikan kendaraan yang memadai.
Perusahaan pengadaan tidak profesional. Yang paling disesalkan harganya di-mark up," ucap Yahya.
Oleh karena itu, melalui langkah hibah ini, DPR berharap efisiensi penggunaan uang negara dapat tetap terjaga sekaligus mampu memberikan dorongan kesejahteraan psikologis dan fasilitas penunjang bagi tenaga pendidik honore yang membutuhkan.
Editor : Aditya Novrian