Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Dua PLTU Besar Alami Gangguan, Dirut PLN Beberkan Pemicu Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa

Fitri Cahya Dwi Anggriani • Minggu, 21 Juni 2026 | 20:00 WIB
Dirut PLN, Darmawan Prasodjo. (Istimewa).
Dirut PLN, Darmawan Prasodjo. (Istimewa).

JAKARTA, RADAR BATU – Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo membeberkan penyebab mati listrik bergilir di Pulau Jawa.

Ia mengungkapkan bahwa hal tersebut terjadi karena terdapat gangguan teknis pada dua pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) besar di Jawa.

Masalah kelistrikan ini dipicu oleh gangguan pada dua pembangkit listrik milik perusahaan listrik swasta atau independent power producer (IPP) yang menjadi mitra PLN. Imbas gangguan tersebut, kedua PLTU terpaksa keluar dari sistem kelistrikan Jawa.

Penjelasan etrsebut disampaikan Darmawan melalui unggahan video di Instagram @pln_id pada Sabtu (20/6).

Baca Juga: Berkas Lengkap, Polda Metro Jaya Serahkan Roy Suryo dan Dokter Tifa ke Kejati Pekan Depan

"Dalam kondisi ini kami juga menghadapi tantangan adanya kendala teknis di dua pembangkit besar di Pulau Jawa yang dimiliki dan dioperasikan oleh mitra kami, yaitu ada dua pembangkit independent power producer yang mengalami gangguan teknis dan terpaksa keluar dari sistem kelistrikan di Pulau Jawa," kata Darmawan.

Selain itu, minimnya pasokan batu bara berkalori menengah atau medium range coal juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pasokan listrik di Pulau Jawa sehingga memicu pemadaman listrik bergilir.

Darmawan menyampaikan bahwa saat ini pihaknya sedang mempercepat proses persetujuan atau penandatanganan kontrak dengan para pemasok batu bara yang telah ditugaskan oleh pemerintah.

Baca Juga: Harga BBM Naik, Pendapatan Ojol di Kota Batu Turun

Langkah tersebut dilakukan lewat koordinasi intensif bersama Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) agar pasokan batu bara berkalori menengah bisa secepatnya disalurkan ke pembangkit listrik.

"Saat ini proses penyaluran medium range coal mulai mengalir pada PLTU di se-antero Pulau Jawa, baik PLTU milik PLN maupun milik mitra kami atau PLTU independent power producer," terang Darmawan.

Diketahui, langkah tersebut mendapat dukungan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), termasuk Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Baca Juga: Cari Orang yang Paham Kesehatan Masyarakat, BGN Siapkan 7 Pakar Gizi Jadi Dewan Pengarah

Darmawan juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa.

“Sekali lagi, kami mohon maaf sebesar-besarnya atas adanya gangguan yang mengakibatkan pemadaman bergilir di Pulau Jawa. Kami bekerja keras agar gangguan ini bisa terselesaikan,” pungkas Darmawan.

Sebagai informasi, pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa terjadi sejak awal Juni 2026. Sejumlah wilayah di Jawa Timur, yakni Gresik, Surabaya, dan Sidoarjo seringkali mengalami mati listrik di waktu yang berbeda dengan durasi dua hingga lima jam dalam sehari.

Editor : Aditya Novrian
#Darmawan Prasodjo #listrik padam #pln