JAKARTA, RADAR BATU - Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan layatan kenegaraan ke Prancis. Terbaru, Prabowo tiba di Bandara Orly, Paris, Prancis, pada Selasa (26/5) pukul 09.50 waktu setempat.
Sekretaris Kabinet, Letnan Kolonel TNI Teddy Indra Wijaya menyebut kunjungan kali ini merupakan undangan Presiden Prancis Emmanuel Macron tahun lalu.
“Undangan itu telah diagendakan sejak tahun lalu dan sempat mengalami beberapa kali penjadwalan ulang,” kata Teddy dalam keterangan tertulis pada Selasa (26/5).
Baca Juga: Seputar Kurban Presiden dari APBN, Purbaya Ditanya Gerindra Membela
Menteri Luar Negeri, Sugiono juga menyebut kedatangan Prabowo kali ini merupakan kunjungan balasan setelah Mei tahun lalu Macron datang ke Indonesia.
“Dan kedatangan beliau ke Paris dalam rangka kunjungan ke negara itu, sebagai kunjungan balasan dari kunjungan Presiden Macron ke Indonesia,” pungkasnya.
Selaras dengan Teddy, ia juga mengatakan kunjungan kali ini sempat tertunda setelah April lalu Prabowo tidak dapat hadir. Ia menyebut undangan kali ini merupakan yang kedua.
Baca Juga: Beda Versi Anggaran MBG, BGN Bantah Pernyataan Purbaya terkait Pemangkasan Dana
“Presiden Macron kembali mengundang Presiden kita dan mengajukan tanggal yang saat ini. Jadi karena sudah diajukan dua kali, ini undangan kedua untuk beliau dan Pak Presiden memenuhi undangan ini,” katanya.
Sebelumnya, Prabowo sudah terhitung mengunjungi Prancis sebanyak tiga kali sejak menjabat presiden. Kunjungan kali ini merupakan yang kempat.
Rangkaian kunjungan Prabowo diawali pada 13-15 Juli tahun lalu sebagai tamu kehormatan Bastille Day. Ia kembali ke Prancis pada 23 Januari lalu setelah menghadiri forum World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss.
Disusul yang ketiga, Prabowo bertemu empat mata dengan Macron di Istana Élysée untuk membahas penguatan kerja sama bilateral.
Terkait kunjungan keempat Prabowo kali ini, Teddy menyebut mampu memperkuat hubungan kerja sama kedua negara.
“Saat ini, Indonesia dan Prancis memiliki banyak kerja sama yang super strategis, dan kunjungan kenegaraan ini diharapkan semakin memperkuat posisi Indonesia di kancah Eropa, khususnya Prancis,” kata Teddy.
Editor : Aditya NovrianSumber : Diolah dari berbagai sumber