JAKARTA, RADAR BATU – Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM), Yuliot Tanjung mengungkap arahan pemerintah kepada PT PLN (Persero) terkait pembenahan sistem kelistrikan. Arahan itu bertujuan agar peristiwa mati lampu total (blackout) massal di Sumatera tidak terulang lagi.
"Untuk arahan pemerintah ke PLN, kita juga sampaikan untuk melakukan perbaikan sistem, ini dikaji secara teknis, itu yang pertama," kata Yuliot di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Senin (25/5).
Baca Juga: Dana Sosialisasi DBHCHT Kota Batu Ambles Rp 800 Juta
Pembenahan sistem kelistrikan yang dimaksud meliputi evaluasi terhadap teknis jaringan transmisi, pemasangan sistem perlindungan tambahan di wilayah yang rawan gangguan, hingga pemerataan pasokan pembangkit listrik di tiap daerah.
Yuliot menyebut, blackout Sumatera yang disebabkan sambaran petir di wilayah Merangin, Jambi, memicu tidak stabilnya sistem. Dengan sistem transmisi yang ada, pemulihan memerlukan waktu yang lama.
Baca Juga: Jelang Idul Adha Harga Sembako di Kota Batu Kompak Naik
"Suplai pembangkit di setiap daerah harus seimbang. Itu jangan terlalu banyak daerah-daerah mengalirkan listriknya dari daerah yang cukup jauh ya, seperti dari selatan ke utara. Itu justru memerlukan waktu yang cukup lama untuk pemulihan," ujarnya.
Sebelumnya, sambaran petir membuat jalur transmisi 275 kV di Jambi tiba-tiba terputus, aliran listrik yang seharusnya mengalir ke berbagai daerah langsung terhenti.
Akibatnya, pembangkit-pembangkit yang masih beroperasi di sekitar titik gangguan tersebut mengalami kelebihan pasokan listrik karena daya yang dihasilkan sumber-sumber tersebut tidak tersalurkan ke mana-mana.
Baca Juga: Tertatih, Hanya 4 KDMP di Kota Batu yang Turut dalam Peresmian Serentak Nasional
Kelebihan daya tersebut membuat frekuensi dan tegangan listrik melonjak drastis. Untuk mencegah kerusakan yang lebih parah, sistem perlindungan pada pembangkit-pembangkit tersebut mematikan pembangkit secara otomatis.
Di sisi lain, wilayah-wilayah yang bergantung pada suplai dari jalur yang terputus tersebut justru mengalami kekurangan pasokan listrik sehingga frekuensi dan tegangan listrik di wilayah-wilayah tersebut anjlok. Kondisi itu membuat pembangkit-pembangkit lain yang terhubung terpaksa keluar dari sistem.
Baca Juga: Omzet Pengecer Plastik di Pasar Induk Among Tani Kota Batu Anjlok Separo
Masalah tersebut memicu efek domino berupa pemadaman hingga Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Aceh, Jambi, dan sebagian Sumatera Selatan.
Meski begitu, Yuliot menyebut tidak ada usur sabotase dalam peristiwa ini.
"Enggak, itu tidak ada unsur kesengajaan. Itu ya murni karena masalah kondisi alam," katanya.
Editor : Aditya Novrian