BATU - Klaim kesiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M telah mencapai 100 persen. Namun, pemerintah tetap mewaspadai dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi pelaksanaan haji tahun ini.
Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji Muhadjir Effendy menyampaikan hal itu usai pertemuan terkait kesiapan haji di Jombang pada 28 Maret lalu. Ia menegaskan, perhatian utama saat ini tertuju pada perkembangan situasi regional.
BACA JUGA Cak Nur Pastikan Stok BBM Aman
“Yang kami pantau secara saksama adalah konflik di Timur Tengah, sejauh mana berdampak pada pelaksanaan haji,” ujarnya saat ditemui pascamenghadiri kegiatan Penguatan Mental Spiritual Kampus Islam Bereputasi Global di Kampus III UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada 31 Maret lalu.
Menurut dia, secara teknis dan administratif, persiapan haji Indonesia telah berjalan sesuai rencana. Tidak ada persoalan krusial yang menghambat tahapan penyelenggaraan. Namun, faktor eksternal tetap menjadi variabel yang harus diantisipasi.
“Dampaknya bukan hanya untuk Indonesia, tetapi juga seluruh dunia,” katanya. Ia memastikan, seluruh proses operasional pemberangkatan jemaah haji tahun ini dalam kondisi on track.
Sementara itu, kesiapan di daerah juga diklaim telah rampung. Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kota Batu Basuki Rachmat menyebut seluruh tahapan pemberangkatan calon jemaah haji (CJH) telah disiapkan secara menyeluruh.
“Untuk Kota Batu sudah 100 persen siap,” ujarnya. Ia mengimbau para calon jemaah tetap tenang dan fokus mempersiapkan diri. Proses pemberangkatan dijadwalkan mulai April. Seluruh mekanisme, administrasi, dan teknis keberangkatan disebut telah diselesaikan.
BACA JUGA Naik Signifikan, 184 Siswa SMA/SMK di Kota Batu Lolos SNBP
Selain itu, jemaah diminta aktif mengikuti informasi resmi dari pemerintah. Terutama terkait perkembangan situasi di Timur Tengah yang masih dinamis.
Dengan kesiapan yang telah mencapai tahap akhir, pemerintah berharap penyelenggaraan haji tahun ini dapat berjalan optimal. Namun, kewaspadaan terhadap faktor eksternal tetap menjadi kunci agar pelayanan kepada jemaah tidak terganggu.
Editor : Fajar Andre Setiawan