RADAR BATU - Hari Satwa Liar Sedunia (World Wildlife Day) diperingati setiap tanggal 3 Maret untuk merayakan keanekaragaman hayati.
Pada tahun 2026 fokus dunia akan beralih dari konservasi mamalia besar ke pengamanan tanaman obat dan aromatik yang merupakan warisan budaya, sumber pendapatan, dan kesejahteraan jutaan orang di seluruh Dunia.
Indonesia sebagai salah satu negara dengan biodiversitas tertinggi sangat relevan dengan pilihan tema ini. Berdasarkan laporan World Health Organization (WHO) obat tradisional masih digunakan oleh sekitar 70-95% populasi di negara berkembang seperti Indonesia.
Namun eksploitasi alam berlebihan, hilangnya habitat, dan perubahan iklim ekstrim menempatkan aset berharga ini dalam bahaya.
Di Indonesia, peringatan hari ini diwarnai dengan kampanye edukasi dari berbagai Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) yang menekankan pentingnya mempertahankan ekosistem hutan sebagai "apotek alami" bangsa.
Mengapa Hari Satwa Liar Sedunia Setiap 3 Maret?
Keputusan Majelis Umum PBB tahun 2013 adalah titik awal sejarah peringatan ini. Pada tanggal 3 Maret dipilih sebagai hari kelahiran Perjanjian Perdagangan Internasional tentang Spesies Fauna dan Flora yang Terancam Punah yang ditandatangani pada tahun 1973.
Konvensi internasional tersebut bertujuan memastikan bahwa perdagangan internasional spesimen hewan dan tumbuhan liar tidak mengancam keberlangsungan hidup mereka.
Peringatan Hari Satwa Liar tahun ini memberikan masyarakat Indonesia pengingat kuat bahwa menjaga alam adalah investasi untuk masa depan.
Dengan menjaga satwa liar dan tumbuhan aromatik, kita melindungi kesehatan nasional dan identitas budaya serta keseimbangan ekosistem untuk generasi mendatang.
Penulis: Satya Eka Pangestu
Editor : Aditya Novrian